Orang-orang, seluruhnya yang berada di dalam kedai, sedang membangkitkan semangat. Udara yang panas semakin cepat mendorong ketegangan menuju puncak. Dalam waktu itu, sepertinya matahari dan atap keda...
Keputusan Ki Sor Dondong mencari jalan keluar agar Pangeran Purbaya tak mencampuri perkelahiannya benar-benar berakibat luar biasa! Walau hanya sekilas memandang kejadian yang berlangsung pada lingkar...
Ada kemungkinan yang dapat terjadi bagi mereka bertiga di dalam kedai yang terletak di dusun yang terpencil itu. Membiarkan diri tertangkap agar mendapatkan jalan untuk menguak tabir yang menutup toko...
Pertanyaan Ki Sor Dondong tiba-tiba menyadarkan Glagah Putih. Betul yang diucapkan oleh musuhnya. Pandan Wangi tidak lagi tampak berkelebat, Sabungsari pun demikian. Mereka mempunyai persamaan. “Ah, i...
Lontaran panah sendaren diketahui oleh Ki Sor Dondong. Ia tidak mengubah keputusan sebelumnya karena pertempuran Karang Dawa adalah pengalih perhatian dengan tujuan utama ; mengurangi jumlah orang-ora...
Kemudian, meski pertempuran masih berlangsung sengit tetapi pekik kemenangan perlahan-lahan mulai menggema lalu memenuhi udara Karang Dawa. Pasukan Raden Atmandaru yang dipimpin Ki Sor Dondong meneria...
Waktu yang dimiliki Sabungsari semakin berkurang ketika bayangan pohon kian panjang menutup sebagian tanah datar Karang Dawa. Pada perkelahian yang mengguncang Karang Dawa itu, Sabungsari sadar bahwa ...
Ra Gawa mengambil prakarsa untuk memanggil pelayan agar mayat-mayat dapat segera dikeluarkan dari bangunan yang aku tempati. Kami bertiga – aku, Gita Nirvati dan Anindita Rukmi – tidak menunggu lama. ...
Di seberang barisan tempat Glagah Putih bertarung, Pandan Wangi justru mengalami keadaan yang berbeda dengan panglima yang menjadi lawannya. Penguasaan Mangesthi pada ilmu-ilmu yang rumit telah mengge...




