Gagak Panji menggerakkan sepasang lengan dengan lambat. Permukaan air mulai bergelombang seperti sedang ditekan oleh kekuatan dahsyat yang tidak terlihat! Sementara Raden Trenggana sedang menghimpu...
Gagak Panji tidak menjawab. Ia sadar bahwa ia bukan orang yang mudah menurunkan tangan kejam. Namun, memang lebih baik diam sehingga tidak ada sentuhan tajam yang dapat melukai hati Raden Trenggana....
Mengakhiri segalanya dengan pertumpahan darah. Dalam satu bagian, mereka sepakat mengenai tentang ketenangan dan kedamaian di seluruh wilayah Demak....
Sebenarnya, Gagak Panji dan Raden Trenggana nyaris sama-sama menderita luka dalam yang parah bila tidak segera membongkar pertahanan masing-masing....
Meskipun Semambung mempunyai kemampuan yang mengerikan, namun menyaksikan tandang Raden Trenggana, karib Gagak Panji itu merasa kemampuannya masih seujung jari pemimpin Demak....
Mereka pernah menjadi saksi ketinggian ilmu Raden Trenggana ketika Blambangan mengambil bagian dalam penaklukan yang dilakukan Demak. Maka rasa cemas pun menghantui perasaan prajurit Blambangan....
Mpu Badandan tidak melewatkan pertarungan sengit yang belum tentu terulang dalam satu dasa warsa ke depan. Ia menilai Gagak Panji berada di dalam kesulitan mengobrak pertahanan Raden Trenggana yang sa...
Raden Trenggana melenting tinggi, melampaui ujung lancip kapal yang menjulang dan berada pada bagian terdepan. Sebelah tangannya mengembang.......
Wajah Gagak Panji belum menampakkan kelelahan, begitu pula Raden Trenggana. Ribuan pasang mata mulai mengendurkan saraf-saraf yang tegang,...

