Padepokan Witasem

Category : Prosa Liris

Bab 2 Nir Wuk Tanpa Jalu

Nir Wuk Tanpa Jalu 5

kibanjarasman
Aku berada di dalam kesadaran penuh sebelum segalanya berubah menjadi mengerikan. Di bawah dekap mata Rakai Panangkaran....
Bab 2 Nir Wuk Tanpa Jalu

Nir Wuk Tanpa Jalu 4

kibanjarasman
Di bawah kaki Rakai Panangkaran, aku mengatakan ; bahwa Han Rudhapaksa tidak pernah menyukai kehancuran sebuah tatanan....
Bab 2 Nir Wuk Tanpa Jalu

Nir Wuk Tanpa Jalu 3

kibanjarasman
Kebanyakan mereka telah meminta pemutusan waktu kurung. Engkau adalah anakku, engkau menunjukkan kepantasan sebagai keturuanan Rakai Panangkaran....
Bab 2 Nir Wuk Tanpa Jalu

Nir Wuk Tanpa Jalu 2

kibanjarasman
Aku tahu karena Lis Prabandari dan Rakai Panangkaran belum memberitahukan sedikit pun padamu. Banyak orang-orang yang terhormat dapat membuat ciptaan hebat atau melakukan perbuatan hebat...
Bab 2 Wajah Kabut

Wajah Kabut 8

kibanjarasman
Rok sebatas lutut yang dikenakan memperlihatkan sepasang betis seputih bengkuang. Menatapnya, membuat anganku  menjadi liar. Sepatu hitam berpita melindungi telapak kakinya dari cabikan kerikil nakal...
Bab 2 Nir Wuk Tanpa Jalu

Nir Wuk Tanpa Jalu 1

kibanjarasman
Sejak aku melihat gerbang, dari kedalaman jiwaku, aku berharap ayahku - Rakai Panangkaran - telah menunggu di beranda istana, atau setidaknya mengajakku bicara ketika aku...
Bab 1 Bulan Telanjang

Bulan Telanjang 22

kibanjarasman
Matahari belum setinggi tangkai bunga mawar yang berada di sampingku. Aku memikirkan pendapat para pengawal, apa yang berada di dalam pikiran mereka bila aku memutuskan...