0%
Still working...

Langit Hitam Majapahit – Saatnya Bondan Meninggalkan Padepokan Gunung Semar 2 (Kilas Kisah)

Dironda70 kali

Di lereng Gunung Semar, Bondan memperoleh lebih dari sekadar pemulihan. Mpu Gandamanik menuntunnya memahami bahwa amarah dan dendam hanya akan membutakan hati serta menyesatkan langkah seorang berilmu.

  • Mataram terancam. Menoreh dalam tekanan. Suatu ketika di Agung Sedayu Terperdaya 5, Agung Sedayu mengatakan ada sekumpulan orang dalam jumlah cukup besar, mungkin segelar sepapan, yang telah siap mengangkat senjata untuk menggantikan Panembahan Hanykrawati.

Sedikit demi sedikit, ilmu lapis puncak diwariskan kepada murid Resi Gajahyana itu. Dua aliran kanuragan yang berbeda mulai dipahaminya sebagai cabang dari pokok yang sama, meski penyelarasan keduanya akan menuntut waktu yang panjang.

Di sela wejangan, Mpu Gandamanik mengungkap makna Gunung Semar dari sudut pandang alam, kehidupan, dan siasat perang. Setiap penjelasan menjadi bekal bagi Bondan untuk memandang dunia dengan cara yang lebih luas.

Namun ketika luka-lukanya sembuh, tibalah saat perpisahan. Meski ingin tinggal lebih lama, Bondan harus melanjutkan perjalanan, membawa ilmu, kenangan, dan pertanyaan tentang seseorang yang terus hadir dalam benaknya.

  • Tinjauan kisah Gunung Semar ini ada di Padepokan Mpu Gandamanik. Lokasinya ada sekitar lembah Sungai Brantas.

Related Posts

error: Anda tidak diperkenakan menyalin tanpa izin.