Beranda / sultan trenggana

Menjelajahi Tag: sultan trenggana

arya penangsang, pangeran benawa, silat pajang, demak

“Kau sangat teliti, Ngger. Baiklah, lalu apa rencanamu berikutnya?” “Kita berada dalam jarak yang lumayan jauh dari mereka, dan apabila mereka mempunyai kemampuan maka kita tidak dapat menghindar dari...

arya penangsang, pangeran benawa, silat pajang, demak

Adipati Hadiwijaya mengerutkan alisnya. “Sabuk Inten. Apakah itu berarti aku telah menggambarkan makna Kanjeng Sunan Kalijaga? Bulir padi, manusia dan semua yang ada di bumi Pajang harus dapat dilekat...

arya penangsang, pangeran benawa, silat pajang, demak

“Aku bukan seorang prajurit yang sering berteriak untuk kejayaan negeri atau pemimpinnya,” begitu jalan pikiran Adipati Hadiwijaya pada malam itu, “sesuatu yang indah dan berharga tidak selalu harus d...

arya penangsang, pangeran benawa, silat pajang, demak

Hampir saja Ki Tumenggung Suradilaga membuka bibirnya ketika terlihat olehnya sepasang mata yang tersembul dari balik pintu yang menghubungkan pendapa dengan pringgitan. Tiba-tiba pemilik sepasang mat...

arya penangsang, pangeran benawa, silat pajang, demak

Di bagian keamanan sendiri, jarang sekali terjadi kejahatan di sekitar Pajang. Para prajurit dengan rutin melakukan perondaan dalam waktu yang tidak teratur. Terkadang mereka berjalan jauh dalam satu ...

arya penangsang, pangeran benawa, silat pajang, demak

“Kanjeng Adipati, kiranya sudi menerima serta memeriksa benda yang ada di dalam kain putih ini,” bergetar suara Ki Tumenggung Suradilaga saat berucap kata-kata. Ia beringsut maju setapak demi setapak ...

arya penangsang, pangeran benawa, silat pajang, demak

“Dan beliau mengatakan hal yang sama padaku,” gumam Adipati Hadiwijaya perlahan. Ia mengerutkan kening berusaha menduga permasalahan yang mungkin diemban Ki Tumenggung Suradilaga.   “Aku tidak da...

arya penangsang, pangeran benawa, silat pajang, demak

Beberapa langkah dari arah selatan terdengar orang bercakap-cakap. Sementara jarak mereka dengan Ki Tumenggung Suradilaga semakin dekat. “Kau lihat seekor kuda berwarna hitam itu?” tanya seorang pejal...

error: Anda tidak diperkenakan menyalin tanpa izin.