(Bondan Lelana) Ki Cendhala Geni – 4

  Ketika matahari mulai menggelincirkan ke barat, Bondan yang merasa sudah cukup beristirahat segera keluar dari rumah Sela Anggara. Dengan mengajak Gumilang Prakoso yang mahir dalam mengenali senjata, Bondan pun berencana melihat dari dekat kediaman Mantri Rukmasara. Dengan perjalanan kaki, kedua anak muda ini berbincang serius mengenai pembunuhan Mantri Rukmasara beserta putrinya. Gumilang Prakoso menduga... Continue Reading →

Lanjutan Api di Bukit Menoreh 397 – 3

"Eyang Patih, sejauh pengenalan yang aku lakukan kepada ayahanda rasanya bukanlah sikap ayahanda dengan tidak menunjukkan tanggung jawab. Menurutku, tujuan orang yang menyebut dirinya sebagai anak Panembahan Senopati haruslah ditelusuri lebih ke dalam. Aku kira Eyang Patih telah memerintahkan Glagah Putih dan Rara Wulan untuk menelusuri keberadaan orang yang mengaku sebagai pangeran itu. Dan sudah... Continue Reading →

Nasi Pecel Gajah

Kisah inspiratif  : Semenjak sarungnya disembunyikan, Suep tidak nampak lagi di pedukuhan Sukolegok. Toyip, Zabeth dan Sokran telah mencarinya hingga ke setiap jengkal pedukuhan. Pertanyaan : Siapakah nama penjual nasi pecel dekat rumah kita? Pesan moral : sesuatu yg nampak kecil bagi kita,terkadang menjadi sesuatu yg berarti bagi org lain...dan buruknya adalah kita tidak mengenal... Continue Reading →

Lanjutan Api di Bukit Menoreh 397 – 2

” Nampaknya segala sesuatu di barak pasukan khusus padepokan ini memang sudah selesai ngger ” berkata Ki Waskita kemudian,” apakah kesatuan-kesatuan yang direncanakan sudah mulai bergabung di barak?” “Ki Lurah Kertawirya dan Ki Lurah Sanggabaya sudah mulai berada di dalam barak ketika pengembangan pasukan khusus sudah dimulai. Termasuk juga Ki Lurah Partajaya yang membawa para... Continue Reading →

Lanjutan Api di Bukit Menoreh 397 – 1

Sejenak kemudian mereka menyadari bahwa perempuan yang mereka kenal dengan nama Ranti sebenarnyalah bukan sekedar seorang perempuan yang lemah. Orang bertubuh tinggi besar itu kemudian meloncat surut dan menebar pandangan ke sekelilingnya. Ketiga orang lainnya pun serentak mengikuti kawannya. Kemudian mereka membentuk garis setengah lingkaran berhadapan dengan Rara Wulan. Agaknya mereka tidak mengetahui bahwa ada... Continue Reading →

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑