0%
Still working...

Liris : Ji Walang Kaji Koko Belok Demdem

Dironda 508 kali

Dia mengatakan bila itu adalah bunyi burung hantu.

Kamu bilang jika itu suara burung kedasih.

Aku ingin pula bersuara seperti kalian berdua. Menurutku itu adalah suara manuk blekok.

Ji walang kaji koko belok demdem

Sebagian berpikir itu adalah japa mantra. Rapal suci ajian semar mesem. Atau mungkin ada yang secara nganu menganggap itu adalah mantra pengasihan atau tolak jodoh.

Itu gila, kata orang berwajah putih.

Itu benar, teriak orang berambut nggedibal.

Sak karepku! Si koko belok demdem menghentak kaki tiga kali.

Manuk edan! Umpat maki dari sejumlah orang.

Dadi manuk kudu edan, ora edan ora kathokan

Lamat senandung mengalun.

Ji walang kaji koko belok demdem

Sri nang kali, Bambang nang embong

Siti njaluk rabi, Heru isane ndomblong

Lalu..

Kuk geruuuuk kwok.. 

Ketika Inpres diucap Impres

Ketika bensin dikata bengsin

Ketika hansip dibilang hangsi

dan sewaktu satpam diucap sakpam

Di situ burung hantu lebih bangga disebut manuk blekok.

  • Susunan kata yang kacau kadang dianggap sebagai seni, puisi nyentrik dan sebagainya. Tetapi Kerusuhan Besar di Menoreh tidak mengungkapkan kekacauan bahasa. Keadaan di sana memang kacau. Kedaulatan Tanah Perdikan diacak-acak, Agung Sedayu menjadi sasaran, Menoreh berubah menjadi ajang balas dendam.

Related Posts

error: Anda tidak diperkenakan menyalin tanpa izin.