0%
Still working...

Bara di Borobudur – Bentrokan Lereng Gunung Wilis: Nasib di Ujung Persimpangan (Kilas Kisah)

Dironda 23 kali

Bondan lolos dari maut, tetapi keselamatannya justru menempatkan orang-orang di sekelilingnya dalam persoalan yang tidak sederhana.

Perjalanan menuju barat pun dimulai dengan ketegangan yang sewaktu-waktu dapat memecah rombongan dari dalam. Bondan berdiri membela hak Nyi Kirana untuk diperlakukan secara layak, sementara Jalutama menuntut pertanggungjawaban atas orang-orang yang telah terbunuh.

Sementara mereka memilih jalan-jalan sepi di sekitar Alas Mentaok, bahaya lain diam-diam bergerak mengikuti. Seseorang yang lolos dari pertempuran sebelumnya ternyata belum melepaskan mereka dari pengamatan. Nyi Kirana pun mengetahui bahwa kawasan yang mereka lalui bukan tempat yang sepenuhnya aman. Jejak Padepokan Sanca Dawala telah menjangkau daerah-daerah yang akan mereka lewati, dan orang-orang yang dapat digerakkan untuk menghadang mereka mungkin berada lebih dekat daripada perkiraan.

Ancaman pengejaran itu kemudian membuka sesuatu yang jauh lebih besar. Sanca Dawala ternyata tidak sedang memusatkan seluruh kekuatannya untuk memburu Bondan dan kawan-kawannya. Padepokan justru hampir kosong karena para pengikutnya telah bergerak menuju Pajang.

Iring-iringan Bondan tidak lagi mempunyai kemewahan untuk menghadapi setiap lawan yang datang. Ken Banawa mengambil keputusan agar rombongan berpencar: Jalutama harus segera mencapai Menoreh, Bondan meneruskan perjalanan menuju Pajang, sedangkan dirinya memilih jalan lain.

Di tepi Alas Mentaok mereka berpisah membawa urusan dan kekhawatiran masing-masing.

  • Menoreh, yang menjadi latar belakang kisah Bondan ini adalah wilayah yang sama dengan latar belakang tempat Kitab Kyai Gringsing maupun Api di Bukit Menoreh. Tapi, pada salah satu episode, Agung Sedayu Terperdaya 16, Tanah Perdikan sedang dirundung cemas dan nyaris putus asa. Ada kepanikan. Ada teror.
  • Diceritakan di Hari Bising 16, pada saat yang sama, pada jalur selatan, para pengawal Tanah Perdikan bertukar kedudukan dan tugas. Pemanah awal bergeser mundur, kemudian menyebar, menempati sudut baru di belakang barisan pohon dan bebatuan besar. Sebenarnya, sedang terjadi apakah hingga ada pemanah?

Related Posts

error: Anda tidak diperkenakan menyalin tanpa izin.