Dironda 25 kali
Perang antara Kediri dan Tumapel semakin dekat. Para perwira telah menyusun siasat terakhir, sementara nama Toh Kuning muncul sebagai salah satu tumpuan penting ketika keselamatan Sri Baginda Kertajaya berada dalam ancaman.
Diam-diam Toh Kuning menemui Tumenggung Gubah Baleman. Percakapan itu berakhir tanpa banyak orang mengetahuinya. Tetapi Toh Kuning belum kembali untuk beristirahat.
Malam masih panjang ketika ia mencari Jerabang dan membawanya menjauh dari bangsal. Di tempat tersembunyi itulah Toh Kuning mengajukan sebuah pertanyaan tentang kesetiaan—pertanyaan yang membuat Jerabang menyadari bahwa sesuatu sedang dipertaruhkan menjelang keberangkatan pasukan ke Desa Ganter.
- Kilas Kisah Toh Kuning. Novel silat fiksi sejarah zaman peralihan Kediri-Singasari ini Anda bisa dapatkan versi pdf – 75 ribu. Cetakan pre order, 10 hari kerja. Keterangan penjualan di Tentang Karya.
- Bila tidak, waktu memang masih panjang sehingga Agung Sedayu mengadakan pembicaraan dengan orang terbatas. Glagah putih dan Ki Jayaraga hadir pula di Hari Bising Bukit Menoreh 62. Mereka membicarakan orang yang membayangi Ki Wedoro Anom. Semacam ghibah sepertinya tapi versi kanuragan.
- Malam terasa makin panjang dan mengerikan. Tubuh tergores senjata, pernikahan menjadi kado berdarah untuk Bondan. Benar-benar Malam Petaka 6 di Kademangan Grajegan.
