Padepokan Witasem
kepak sayap angsa, padepokan witasem, prosa liris
Kepak Sayap Angsa

Ketakutanku

Ketakutan dan kegelisahanku berkumpul jadi satu ketika melihat perempuan itu. Aku sudah menjerit sekeras mungkin tapi tetap saja tak terdengar. Sepertinya hati perempuan itu sedang senang, terlihat dari senyumnya yang mengembang. Sedangkan aku di sini masih saja ketakutan melihatnya mengayunkan golok yang ia pegang.

Ketika perempuan itu memotongku dan memasukkan aku ke dalam air yang mendidih itu, aku tahu hidupku akan berakhir di meja makan. Sebelumnya tak pernah terbayangkan olehku jika hidupku akan berakhir di meja makan. Jika ada yang bertanya apa yang sedang aku rasakan saat ini. Jawabannya adalah aku takut.

 

Abigail, KSA Juni 2022

Wedaran Terkait

Urung

Yekti Sulistyorini

Tenggelam

kibanjarasman

Sudah Berakhir!

kibanjarasman

Sobekan Roti Perawan

kibanjarasman

Sepenggal Kisah Tentang Kita

kibanjarasman

Seorang Pelacur

kibanjarasman

Leave a Comment

error: Anda tidak diperkenakan menyalin tanpa izin.