Jalan setapak di tepi Kali Progo cukup baik untuk dilintas pada sore itu. Permukaan jalan tidak berlumpur tapi cukup untuk meniadakan debu. Senja membayang dengan...
Agung Sedayu tidak langsung keluar dari kediaman Ki Gede Menoreh. DIa mengayun langkah menuju beranda belakang yang berhadapan lurus dengan punggung Gunung Kendil. Puncak perasaan...
Siang yang tidak begitu panas ketika matahari tampak muram terhalang mendung yang mengapung di bawahnya. Barak pasukan khusus masih tampak lengang. Keadaan yang dapat dipahami...
Matahari sudah agak sedikit lebih tinggi daripada gejolak perasaan para pedagang di pasar-pasar ketika Agung Sedayu berbicara sedikit dengan Ki Lurah Sanggabaya di bilik kerjanya....
Ruang tahanan itu diterangi cahaya pagi yang gagal menembus dinding tapi terpantul dari balik jendela. Pemandangan yang sangat mencolok dan benar-benar membedakan perlakuan pada tahanan!...
Barak Pasukan Khusus. Pagi datang dengan perlahan, Agung Sedayu masih berada di rumah ketika Ki Jayaraga menggeser langkah menuju kediaman Ki Gede Menoreh. Cahaya matahari...
Pasar di pedukuhan induk dan dusun-dusun yang tersebar di segala penjuru Tanah Perdikan Menoreh kembali bising dengan bahasan yang berbeda. Timbangan masih naik-turun, kain masih...
Pagi menyapa Tanah Perdikan Menoreh dengan kabut tipis yang masih menggantung di pucuk-pucuk dedaunan. Di samping pakiwan, dekat sumur yang dingin airnya dapat merasuki tulang,...
Langkah kaki Agung Sedayu menapak halaman rumahnya. Suara burung hantu di kejauhan seolah menjadi pembeda ketenangan alam. Suasana rumah senapati Mataram itu masih terasa sunyi...
Ada siang, ada malam. Ada tayub, ada perempuan, dan Swandaru tidak pernah pura-pura kebal. Pedukuhan kecil itu tiba-tiba terasa begitu hidup. Di setiap lorong, beranda...
error: Anda tidak diperkenakan menyalin tanpa izin.