Ki Cendhala Geni 10.2 – Pertempuran di Rawa-rawa

Laksa Jaya bersuit nyaring. Seketika itu belasan orang melompat keluar dari semak-semak di sekitar mereka. Mereka berlari dengan menyalakan obor kecil kemudian membentuk lingkaran yang mengitari Laksa Jaya, Patraman, Ubandhana dan Ki Cendhala Geni. “Setan kecil! Kalian menjebakku!” Ki Cendhala Geni menatap nanar ke Laksa Jaya dan Patraman bagai seekor serigala kelaparan. “Jangan salah paham, […]

KI Cendhala Geni 10.1 – Pertempuran di Rawa-rawa

Arum Sari masih membisu. Terasa baginya semua perkataan Patraman tak lebih dari tusukan-tusukan pedang yang menghunjam jantungnya. “Pengkhianat!” tiba-tiba Arum Sari berteriak sekuatnya hingga orang-orang di sekitar Patraman terkejut karenanya. “Kau tidak berani berhadapan dengan ayahku. Engkau lebih suka membicarakan keburukan ayahku di depan demang-demang yang lain dan bahkan engkau juga bicara tentang kelemahan ayahku […]

Ki Cendhala Geni 9.3

“Tidak! Aku sama sekali tidak berpikir untuk mengepung kotaraja. Dan jika benar kakang Patih Mpu Nambi memperoleh keterangan seperti itu, sebaiknya kita berdua selalu melihat punggung kakang Patih,” tegas KI Nagapati. “Tetapi seperti itulah yang aku dengar dari Ki Patih,” Ken Banawa menerawang keluar melalui jendela yang terbuka. KI Nagapati menarik nafas dalam-dalam, ia mendesah,” […]

Ki Cendhala Geni 9.2

“Ini perintah dari prajurit, Ki Sanak. Kemarin malam beberapa prajurit datang kemari dan memerintahkan hal itu pada kami,” jawab nelayan itu dengan tatap mata biasa saja. Kemudian ia melanjutkan,” kiranya Ki Sanak hendak kemana? Aku mungkin dapat melakukan sesuatu karena akan ada kapal milik saudagar yang kemari untuk mengangkut ikan-ikan ini.” Nelayan itu berjalan menghampiri […]

Ki Cendhala Geni 9.1

Maka akhirnya pertemuan itu pun dibubarkan. Ki Demang segera pergi ke ruang belakang menemui istrinya. Saat itu istrinya masih juga menangis ditunggui oleh beberapa orang perempuan. Ketika dilihatnya Ki Demang berjalan menghampiri dirinya maka tiba-tiba tangisnya meledak. Segala kesedihan dan kecemasan serasa ditumpahkan begitu saja seperti air bah yang melanda persawahan. “Apakah kita akan membiarkannya […]