Padepokan Witasem
Cerita Wimala

Aku Ingin Pergi

Hari ini, seorang lelaki membawaku keluar dari ruang pengap dan dingin yang sudah satu bulan aku tempati.

Saat pertama kali melihat dia, aku lega. Wajahnya sumringah, terlihat senang kepadaku. Ah, semoga aku bahagia bersamanya.

Tetapi tidak!

Sekian lama bersamanya, aku ingin pergi!

Aku lelah!

Lelaki itu, bernama Sali. Dia memiliki banyak simpanan foto dan video yang membuat aku malu. Wajah-wajah tak indah, terkadang tertutup benang namun lebih sering telanjang.

Bukan hanya perempuan, tetapi gambar-gambar lelaki tanpa busana pun dia simpan.

Hhfftt…

Aku jengah!

Aku muak!

Dia melihat dan menyimpan semuanya di dalam tubuhku. Andai aku bisa menyimpan dan melihat para lelaki ganteng semacam Bradd Pitt atau Gong Yoo. Atau perempuan cantik layaknya Emma Watson atau Go Ara.
Tetapi nyatanya?

Gambar jorok! Begitulah aku menyebutnya.
Hanya foto dan video yang membuatnya menggelepar sendirian di dalam kamarnya sambil bermain dengan suara-suara menjijikkan itu yang dia simpan.

Lelaki maniak!

Sungguh memalukan!

Ternyata aku berharap terlalu tinggi kepadanya.

Aku benar-benar tidak nyaman dalam genggamannya. Dia sakit! Aku ikut sakit!

Namun aku tidak ingin lagi menemaninya. Keadaan ini sudah benar-benar di luar kendali. Aku tak tahu, apakah Sali masih bisa disembuhkan? Tetapi aku ingin sembuh! Aku tidak mau mengalami keadaan mengerikan yang selalu membuatku pusing begini.

Aku benar-benar berharap, dia segera melepasku. Agar aku bisa bertemu orang lain yang jauh lebih baik daripada dia. Karena apa? Karena aku pun ingin hidup wajar. Aku ingin sehat selamanya! Tanpa rasa pusing yang selalu mengganggu.

Bertemu orang seperti Sali, membuat aku sadar bahwa julukan orang-orang yaitu kalian kepadaku ada benarnya. Menyebutku sebagai setan tipis, yang selalu dalam genggaman. Hah! Sebutan yang sangat menjengkelkan!

Ya, aku adalah telepon genggam. Seharusnya kalian memiliki aku dengan bahagia. Gunakan aku dengan bijak. Karena sesungguhnya, bukan aku yang seharusnya disebut sebagai setan. Tetapi kalian para penggunaku yang tidak bertanggungjawab yang seharusnya disebut begitu.

Kalian yang tidak bisa mengatur waktu penggunaan diriku, tetapi aku yang disebut setan!

Kalian waras?

Sumber : http://ceritawimala.com/aku-ingin-pergi/

Related posts

Leave a Comment