Kidung Wit Asem

Puisi : Temaram/Winy

Temaram Di setiap malam selalu ada kata-kata yang disembunyikan, mereka akan terungkap ketika matahari terang bersinar. Pada setiap bayangan siang selalu ada kalimat yang terungkap, mereka akan bersembunyi di dalam pekat. Namun, tak semua kata saat terang menjadi petunjuk kebenaran. Pun saat kelam, tak semua kata menjadi kalimat berselimut tanya.   Karya bersama Winy Rifmawati

Kidung Wit Asem

Puisi : Air Mata

Di setiap malam selalu ada kata-kata yang disembunyikan, mereka akan terungkap ketika matahari terang bersinar. Pada setiap bayangan siang selalu ada kalimat yang terungkap, mereka akan bersembunyi di dalam pekat. Di balik hujan tersembunyi rindu yang menggebu. Debaran halus penambah nikmat di hilirnya angin berhembus. Kesetiaan cinta sepanjang masa, tersembunyi air mata pengorbanan dua jiwa […]

Kidung Wit Asem

Kacamata

Dia, teman setia. Menjadi penerang mata burem. Menutupi alis gundul. Walau tak bisa menyulap jadi cantik. Terkadang malah seperti barang antik. Dia yang sering terabaikan. Hilang! Dicari dimana-mana. Ternyata adanya di atas kepala. Dasar akunya saja yang pelupa. Pikun! Menua seiring masa. Dia tetap teman terbaik untuk melihat segalanya.

Kidung Wit Asem

Liris : Keranda Cinta Bersama Sulistyorini

Sulistyorini. Meluangkan waktu dan kesediaan untuk berbagi waktu. ======= Ia mengatakan, “Cinta yang terpatri pada batu candi, akan tergerus oleh hujan. Dan cinta yang dipahat pada setiap jengkal bagian langit, tak akan runtuh oleh air hujan.” Para pengembara menulis cinta pada lembar dedaunan dengan tinta yang merintih. Mereka mengatakan bahwa waktu tak cukup tangguh menahan […]