Beranda / Puisi

Menjelajahi Tag: Puisi

kepak sayap angsa, padepokan witasem, prosa liris

Menyadari sejak awal Aku bukan tempatmu pulang Pun kau, bukan rusuk tempatku tinggal Aku tersesat Terjebak sesak dalam pusaran permainan rasa Mengapa? Entah! Hati karang pada gigil pagi Pungkasi purna...

Aku berselisih dengannya. Kami adalah dua muka yang bertolak belakang. Ia berjalan ke barat, aku ke timur. Manakala ia menuju utara, aku mengikutinya lalu memukul tulang punggungnya. Aku lakukan itu k...

AsmarandanaSerisau bunga apiSepisau membunuh sepiAsmarandanaSenggayut bunga kambojaMemagut tangkup nelangsa Asraman asmaran asramanSepikul kata tanpa tujuanAsmaran asraman asmaranBukan mantra cinta Ha...

Aku mengayun rindu ketika melihat lentik jemarimu. Terlukis dua atau tiga angsa di bawah tirai pipimu. Aku berkata padamu, “Jangan engkau tinggalkan sepi. Kesunyian bukanlah suara hati.” Sekali, dua k...

Aku tersungkur, terpuruk dan tiada mampu angkat kepala. Terasa jauh, sebuah fatamorgana terhampar sejauh pandang. Palsu. Dalam angan aku peluk mimpi meraihnya adalah semu. Jejak kaki terhapus, gontai ...

Temaram Di setiap malam selalu ada kata-kata yang disembunyikan, mereka akan terungkap ketika matahari terang bersinar. Pada setiap bayangan siang selalu ada kalimat yang terungkap, mereka akan bersem...

Di setiap malam selalu ada kata-kata yang disembunyikan, mereka akan terungkap ketika matahari terang bersinar. Pada setiap bayangan siang selalu ada kalimat yang terungkap, mereka akan bersembunyi di...

Dia, teman setia. Menjadi penerang mata burem. Menutupi alis gundul. Walau tak bisa menyulap jadi cantik. Terkadang malah seperti barang antik. Dia yang sering terabaikan. Hilang! Dicari dimana-mana. ...

error: Anda tidak diperkenakan menyalin tanpa izin.