Malam semakin suram dan kelam, tiba-tiba dengan mengejutkan dengan wajah duka, Pangeran Benawa bertanya pada Arya Penangsang, “Paman, apakah benar Eyang Kakung seda ing palagan?”...
Derap langkah Arya Penangsang teredam oleh hiruk pikuk halaman luar istana. Dia tidak tergesa, setiap tapak kakinya terukur menyatu dengan denyut kota yang tak lagi...
error: Anda tidak diperkenakan menyalin tanpa izin.