Medan Timur Nyaris serentak! Benturan pecah di semua medan. Regu Ki Sambak Kaliangkrik berhamburan seperti genangan air yang terciprat tanpa bentuk dan rupa. Gelar dan...
Jalan Ular Sabuk Utara Jalan setapak itu tidak lagi menanjak lurus. Ia berbelok, melingkari punggung Gunung Kendil seperti goresan tipis yang dipahat pada tubuh gunung....
Sabuk Utara Apakah waktu dapat disebut sebagai siang? Atau sore? Apakah puncak tebing dan lereng sedang mendekap cahaya matahari? Entahlah, ukuran waktu di sisi utara...
Dari jalur yang sama dengan datangnya pasukan Tanah Perdikan sebelumnya, rombongan kecil muncul tanpa aba-aba perang. Tidak ada bende, tidak ada suitan. Hanya derap kaki...
Sepak terjang Agung Sedayu akhirnya dapat mengembalikan keseimbangan pasukan. Untuk sejenak, dia mengamati gelanggang Ki Demang Brumbung yang mulai kepayahan dengan tekanan berat dari Ki...
Dari barat, para pemanah—dengan perintah sebelumnya dari Agung Sedayu—segera menarik busur dengan serempak, dilepas tanpa henti, dan panah-panah meluncur membentuk sapuan mendatar, turun seperti hujan...
Yang Datang dari Rumah Agung Sedayu Benturan besi dengan besi tenggelam di bawah hujan yang kian rapat. Tubuh dan kuda beradu tanpa jeda, tanah bergelombang...
Kinasih Nyaris Tersesat! Kinasih menggandakan ilmunya lebih cepat demi mengimbangi tata gerak Mangesthi yang dahsyat. Dia membalas serangan Mangesthi dengan kekuatan seimbang. Putaran tangannya datang...
Bila dianggap siang, hari itu udara masih terasa sejuk dan matahari tak tampak di puncak. Tapi Pandan Wangi tidak peduli dengan sesuatu yang disebut waktu....
Laga Pecah di Kali Tinalah Sepertinya hujan memang tidak pilih-pilih tempat atau golongan. Air turun dengan kecepatan tetap di perkemahan Raden Atmandaru. Sunyi tapi beberapa...
error: Anda tidak diperkenakan menyalin tanpa izin.