Tag : Lanjutan ADBM

Bab 8 - Hari Bising di Bukit Menoreh

Hari Bising di Bukit Menoreh 46 – Ketika Kesetiaan Agung Sedayu Dipertanyakan

kibanjarasman
Sebelum Agung Sedayu menjawab, Ki Untara berpaling pada Ki Patih Mandaraka, lalu berkata, “Saya pikir Ki Gede bukan hanya menjadi seorang pemimpin di Tanah Perdikan,...
Bab 8 - Hari Bising di Bukit Menoreh

Hari Bising di Bukit Menoreh 45 – Pelayan itu, Siapa Dia?

kibanjarasman
Jarak dari Keraton ke Kepatihan tidak terlalu jauh saat Agung Sedayu menempuhnya dengan berkuda. Meski begitu, Agung Sedayu tidak langsung mengarahkan tujuan ke Kepatihan. Ada...
Bab 8 - Hari Bising di Bukit Menoreh

Hari Bising di Bukit Menoreh 44 – Dua Mata Pisau Mengarah pada Agung Sedayu

kibanjarasman
“Saya, Sinuhun,” pelan Agung Sedayu menjawab dengan nada rendah tapi cukup tegas. “Sinuhun, Mataram memberi kepercayaan kepada saya sebagai kepala pasukan khusus yang berkedudukan di...
Bab 8 - Hari Bising di Bukit Menoreh

Hari Bising di Bukit Menoreh 43 – Agung Sedayu: Kebenaran yang Datang Terlambat

kibanjarasman
Sunan Agung memberi tanda pada Pangeran Purbaya: bila ada yang akan diucapkan oleh paman beliau tersebut. Pangeran Purbaya mengangguk lalu menjawab dengan isyarat pula agar...
Bab 8 - Hari Bising di Bukit Menoreh

Hari Bising di Bukit Menoreh 42 – Pagi yang Sunyi di Jantung Mataram

kibanjarasman
Gerbang Keraton tampak dari kejauhan. Prajurit jaga sudah berganti saat pagi belum benar-benar pulih. Sebagian prajurit berdiri tegak menghadapkan wajah ke jalan yang memotong dan...
Bab 8 - Hari Bising di Bukit Menoreh

Hari Bising di Bukit Menoreh 41 – Ketika Agung Sedayu Dianggap Mampu Makar

kibanjarasman
Jalan setapak di tepi Kali Progo cukup baik untuk dilintas pada sore itu. Permukaan jalan tidak berlumpur tapi cukup untuk meniadakan debu. Senja membayang dengan...
Bab 8 - Hari Bising di Bukit Menoreh

Hari Bising di Bukit Menoreh 40 – Pandan Wangi: Kebenaran yang Tertunda

kibanjarasman
Agung Sedayu tidak langsung keluar dari kediaman Ki Gede Menoreh. DIa mengayun langkah menuju beranda belakang yang berhadapan lurus dengan punggung Gunung Kendil. Puncak perasaan...
Bab 8 - Hari Bising di Bukit Menoreh

Hari Bising di Bukit Menoreh 39 – Gelisah di Lorong Barak

kibanjarasman
Siang yang tidak begitu panas ketika matahari tampak muram terhalang mendung yang mengapung di bawahnya. Barak pasukan khusus masih tampak lengang. Keadaan yang dapat dipahami...
Bab 8 - Hari Bising di Bukit Menoreh

Hari Bising di Bukit Menoreh 38 – Persiapan Agung Sedayu Menjelang Pertemuan di Keraton

kibanjarasman
Matahari sudah agak sedikit lebih tinggi daripada gejolak perasaan para pedagang di pasar-pasar  ketika Agung Sedayu berbicara sedikit dengan Ki Lurah Sanggabaya di bilik kerjanya....
Bab 8 - Hari Bising di Bukit Menoreh

Hari Bising di Bukit Menoreh 37 – Cara Pasukan Khusus Memperlakukan Tahanan Perang

kibanjarasman
Ruang tahanan itu diterangi cahaya pagi yang gagal menembus dinding tapi terpantul dari balik jendela. Pemandangan yang sangat mencolok dan benar-benar membedakan perlakuan pada tahanan!...
error: Anda tidak diperkenakan menyalin tanpa izin.