Category : Kitab Kiai Gringsing

Bab 8 - Hari Bising di Bukit Menoreh

Hari Bising di Bukit Menoreh 57 – Kepercayaan Tinggi Pangeran Purbaya untuk Pelayan Dalam

kibanjarasman
“Ketika sejumlah prajurit Jati Anom datang untuk berlatih bersama di padepokan serta keperluan yang lain,” jawab tegas petugas sandi. “Benturan tidak berlangsung lama, Pangeran. Setelah...
Bab 8 - Hari Bising di Bukit Menoreh

Hari Bising di Bukit Menoreh 56 – Pamor Kitab Kyai Gringsing Menyeruak di Jati Anom

kibanjarasman
“Maaf, Ki Sanak. Saya tidak paham maksud dari kata-kata Anda.” “Aku adalah Ki Hariman, seorang murid yang tidak beruntung sehingga tidak pernah berguru langsung pada...
Bab 8 - Hari Bising di Bukit Menoreh

Hari Bising di Bukit Menoreh 55 – Kemunculan Ki Hariman di Perguruan Orang Bercambuk

kibanjarasman
Agung Sedayu Pulang Kampung Berkuda menuju tanah kelahirannya terasa cukup dekat untuk ditempuh Agung Sedayu. Matahari belum benar-benar berada di tepi sore hari saat dia...
Bab 8 - Hari Bising di Bukit Menoreh

Hari Bising di Bukit Menoreh 54 – Ki Wedoro Anom Menusuk dalam Lipatan

kibanjarasman
Agung Sedayu lalu berbalik, melangkah menuju bangunan mungil di belakang kediaman induk. Pintu setengah terbuka. Dari dalam terdengar suara air dituangkan dan langkah halus di...
Bab 8 - Hari Bising di Bukit Menoreh

Hari Bising di Bukit Menoreh 53 – Pertemuan Agung Sedayu dengan Kyai Bagaswara

kibanjarasman
Ada sedikit perubahan pada garis wajah Agung Sedayu. Yah, dia sudah mengetahui upaya jahat yang dilakukan oleh orang-orang Raden Atmandaru. Dia pun sudah menimbang segala...
Bab 8 - Hari Bising di Bukit Menoreh

Hari Bising di Bukit Menoreh 52 – Kembalinya Agung Sedayu ke Sangkal Putung

kibanjarasman
Sesaat dia berhenti, kemudian berkata lagi, “Ketika keadaan agak tenang dan perhatian mengarah pada satu gelanggang, seseorang muncul lalu bersikap seperti pahlawan.” “Bicara tentang Dusun...
Bab 8 - Hari Bising di Bukit Menoreh

Hari Bising di Bukit Menoreh 51 – Tahanan Bebas Berbuat di dalam Barak Pasukan Khusus

kibanjarasman
Ki Garu Wesi tidak menyahut. Hanya lengannya yang terjulur menerima mangkuk dari Ki Prana Aji. Demikian pula Ki Prana Aji yang seperti lupa cara menjawab...
Bab 8 - Hari Bising di Bukit Menoreh

Hari Bising di Bukit Menoreh 50 – Keresahan di Barak Pasukan Khusus

kibanjarasman
“Apakah ada kabar baru dari Dusun Benda?” tanya Ki Demang Brumbung dengan senyum meski kepalanya menggeleng. “Seharusnya kita sudah menerima laporan dari sana pada pagi...
Bab 8 - Hari Bising di Bukit Menoreh

Hari Bising di Bukit Menoreh 49 – Kecurigaan dan Keresahan di Sekitar Agung Sedayu

kibanjarasman
Agung Sedayu mengangguk. Sepintas dia menangkap lirik mata Pangeran Selarong saat  mengarah pada pintu ruangan yang tertutup rapat. Kemudian terlihat pula olehnya perubahan pada garis...
Bab 8 - Hari Bising di Bukit Menoreh

Hari Bising di Bukit Menoreh 48 – Pintu Istana yang Tertutup

kibanjarasman
Pagi belum sepenuhnya menampakkan diri ketika orang-orang di Kepatihan memulai hari dengan berbagai kesibukan. Kabut tipis masih tampak melayang di atas atap bangunan ketika suara...
error: Anda tidak diperkenakan menyalin tanpa izin.