Category : Kitab Kiai Gringsing

Bab 8 - Hari Bising di Bukit Menoreh

Hari Bising di Bukit Menoreh 67 – Persiapan Agung Sedayu

kibanjarasman
Agung Sedayu tidak segera membuka suara. Untuk beberapa saat, dia justru menundukkan kepala, menimbang bukan kata-kata. Meski itu adalah kabar gembira tapi Agung Sedayu tetap...
Bab 8 - Hari Bising di Bukit Menoreh

Hari Bising di Bukit Menoreh 66 – Jejak Latih Ki Tumenggung Agung Sedayu

kibanjarasman
Matahari belum benar-benar tegak lurus dengan atap barak pasukan khusus ketika Agung Sedayu berbincang dengan Nyi Banyak Patra di salah satu ruang yang bersebelahan dengan...
Bab 8 - Hari Bising di Bukit Menoreh

Hari Bising di Bukit Menoreh 65 -Era Baru: Ki Tumenggung Agung Sedayu

kibanjarasman
Swandaru memandang pada arah Ki Hariman. Mereka belum pernah saling melihat, tapi ada sesuatu yang seakan menghubungkan keduanya. Seperti dua garis yang perlahan ditarik menuju...
Bab 8 - Hari Bising di Bukit Menoreh

Hari Bising di Bukit Menoreh 64 – Keberanian Ki Hariman Menampakkan Diri di Depan Swandaru

kibanjarasman
Sepertinya Ki Garjita dan empat orang lainnya tidak keberatan dengan rancangan Ki Astaman, bahkan menyambut dengan sangat baik. Demikianlah mereka mempercepat langkah, menyusul Swandaru. Langkah...
Bab 8 - Hari Bising di Bukit Menoreh

Hari Bising di Bukit Menoreh 63 – Swandaru Bergerak ke Gunung Kendil

kibanjarasman
Dari sisi selatan Dusun Ringinlarik, suara ribut itu pecah seperti angin yang datang bersama hujan. Swandaru berhenti. Kepalanya hanya sedikit terangkat seperti sedang memastikan arah...
Bab 8 - Hari Bising di Bukit Menoreh

Hari Bising di Bukit Menoreh 62 – Masa Lalu yang Mencekam Terungkit di Rumah Agung Sedayu

kibanjarasman
“Marilah, kita masuk ke dalam,” ajak Agung Sedayu pada Ki Jayaraga dan Glagah Putih. Ki Jayaraga cekatan menyalakan dua lampu minyak lalu menempatkan pada dua...
Bab 8 - Hari Bising di Bukit Menoreh

Hari Bising di Bukit Menoreh 61 – Utusan Jati Anom untuk Agung Sedayu, Ada Apakah?

kibanjarasman
Simpang Tiga Menuju Tanah Perdikan Jalan menuju Tanah Perdikan Menoreh mulai ramai sejak beberapa orang yang menyeberang di Kali Progo melangkah ke arah barat. Di...
Bab 8 - Hari Bising di Bukit Menoreh

Hari Bising di Bukit Menoreh 60 – Persoalan Ini Tidak Dapat Ditunda Lagi

kibanjarasman
Tampaknya Harus Ada Keputusan Ketika perahu pertama telah merapat di tepi barat Kali Progo dan orang-orang yang menumpanginya mulai bergerak menuju Tanah Perdikan Menoreh, suasana...
Bab 8 - Hari Bising di Bukit Menoreh

Hari Bising di Bukit Menoreh 59 – Pengintaian Terus Berlanjut Sampai di Kali Progo

kibanjarasman
Beberapa saat, setelah meninggalkan gelanggang perkelahian melawan seseorang yang belum dikenalnya, Glagah Putih  melintasi bagian dangkal Kali Opak tanpa tergesa-gesa. Di bawah suasana temaram, di...
Bab 8 - Hari Bising di Bukit Menoreh

Hari Bising di Bukit Menoreh 58 – Benturan Glagah Putih dengan Pelayan Dalam di Kali Opak

kibanjarasman
Beberapa waktu sebelum Ki Hariman tiba di Kali Opak. Di istana, Ki Wira Sentanu keluar dari ruang pertemuan. Dia melangkah tenang tapi tampak sedanag memburu...
error: Anda tidak diperkenakan menyalin tanpa izin.