“Kalau engkau membunuh diri dengan cara seperti itu, lalu apa yang aku katakan di depan Panembahan?” lelaki itu menggerutu. Panengah bangkit berdiri dengan kaki gemetar....
“Mungkinkah mereka bertiga berasal dari padepokan yang sama?” bertanya Sayoga dalam hatinya saat melihat tiga pengeroyoknya ternyata mengeluarkan senjata yang sama. Masing-masing memegang seutas rantai...
Bunija membelok, memasuki celah sebuah celah di antara pembatas pekarangan, menyisir jalan setapak yang rapat ditumbuh pohon singkong dan pisang. Dua kali ia menengok untuk...
Tidak butuh waktu lama bagi ketiganya untuk mencapai tepi pedukuhan. Pada malam itu wilayah luar Gondang Wates sama sekali tidak menunjukkan perlawanan. Siasat pertahanan yang...
Udara dingin dan angin semilir memabukkan adalah dua tantangan untuk Sayoga dan Dharmana sewaktu berkuda menuju batas luar Pedukuhan Gondang Wates. Walau usia mereka tidak...
Keadaan Sekar Mirah mendatangkan kekhawatiran tersendiri bagi keluarganya. Sejak lama, semenjak ia menyatakan ada jabang bayi tengah dikandungnya maka orang-orang terdekatnya tak dapat melepaskan diri...
Sementara Nyi Kuswari menyiapkan segala sesuatu untuk menyambut kehadiran permata Sekar Mirah, Agung Sedayu mengusap-usap bagian perut Sekar Mirah dengan jemari bergetar. Bibir Agung Sedayu...
Sementara itu Ki Demang tengah termenung bersama ibu Sekar Mirah di pringgitan. Mereka tidak dapat berbuat lebih banyak dari menunggu. Seorang bocah lelaki tengah berada...
Pada tengah malam sebelum Pedukuhan Janti membara, Sekar Mirah berbisik lirih pada Nyi Kuswari, “Aku merasa basah di bagian bawah. Nyi, apakah itu ketuban?’ Nyi...
Nyi Kuswari, dengan kepala sedikit menunduk, berkata, “Ki Rangga, dengan usia janin yang belum genap delapan bulan, tentu kita tidak mengetahui pasti tentang keadaannya di...
error: Anda tidak diperkenakan menyalin tanpa izin.