Padepokan Witasem

Tag : agung sedayu

Bab 5 Merebut Mataram

Merebut Mataram 41

kibanjarasman
“Berhentilah untuk bicara penyerahan itu, Swandaru. Aku ingin kau dapat menjawab bila Angger Sedayu menanyakan perkembangan yang engkau sebabkan.” Suara Ki Demang masih bergetar, dan...
Bab 5 Merebut Mataram

Merebut Mataram 40

kibanjarasman
“Sama seperti yang Kakang ucapkan,” tiba-tiba berkata Sekar Mirah, “aku tidak sedang membicarakan kemakmuran atau kejayaan Mataram. Aku adalah perempuan sederhana dan istri dari lelaki...
Bab 5 Merebut Mataram

Merebut Mataram 39

kibanjarasman
Swandaru tidak mempunyai kepercayaan penuh pada Raden Atmandaru, namun demikian, ia masih tidak dapat mengerti perubahan yang terjadi dalam dirinya. Menempati kedudukan sebagai tumenggung adalah...
Bab 5 Merebut Mataram

Merebut Mataram 38

kibanjarasman
Waktu beranjak mendekati siang. Terik matahari mulai menggatalkan kulit ketika debu-debu perkelahian semakin tipis. Tiga lawan Kiai Bagaswara telah jauh dari gelanggang. Mereka mengambil arah...
Bab 5 Merebut Mataram

Merebut Mataram 37

kibanjarasman
“Orang tercepat di antara mereka adalah ia yang ditunggu Ki Patih,” desis Kiai Bagaswara sebelum  menetapkan hati memburu Ki Sekar Tawang. Namun lintas pikirannya bergerak...
Bab 5 Merebut Mataram

Merebut Mataram 36

kibanjarasman
Kemampuan Agung Sedayu berpindah-pindah jalur ilmu membuktikan bahwa ia telah menguasai tiap bagian yang diajarkan oleh Ki Waskita dan Kiai Gringsing. Usaha Ki Patak Ireng...
Bab 5 Merebut Mataram

Merebut Mataram 35

kibanjarasman
Kemarahan pengikut Raden Atmandaru semakin menjadi-jadi, oleh karena itu, perkelahian meningkat semakin hebat. Kesungguhan mereka dalam menghadapi Agung Sedayu yang sendirian tidak lagi dapat dipandang...
Bab 5 Merebut Mataram

Merebut Mataram 34

kibanjarasman
Betapa sinar mata dan paras wajah Agung Sedayu benar-benar berubah. Pada malam itu, Agung Sedayu bukan seseorang yang dikenal oleh Sukra maupun Ki Patih Mandaraka....
Bab 5 Merebut Mataram

Merebut Mataram 33

kibanjarasman
Menyadari bahwa orang yang dilabraknya bukanlah lawan yang sepadan, Sukra segera membentengi diri dengan gerakan-gerakan yang berunsur dari jalur perguruan Ki Jayaraga. Ia menyesap pengajaran...
Bab 5 Merebut Mataram

Merebut Mataram 32

kibanjarasman
Suasana begitu tegang. Sukra memberanikan diri berkata pada Ki Patih Mandaraka, “Marilah, Ki Patih. Saya tidak dapat menolak perintah Ki Lurah untuk mendampingi Ki Patih.”...