Tag : cerita silat Jawa Mataram

Bab 7 - Bara di Bukit Menoreh

Bara di Bukit menoreh 97 – Kinasih ; Apakah Agung Sedayu Pernah..?

kibanjarasman
Namun Ki Jayaraga adalah orang yang berpengalaman sangat luas sehingga dapat menyadari bahwa sinar mata Kinasih turut pula berbicara. “Mungkin memang seperti itu, Ngger. Kalian...
Bab 7 - Bara di Bukit Menoreh

Bara di Bukit Menoreh 96 – Pesan dari Sangkal Putung

kibanjarasman
Ki Gede menarik napas dalam-dalam. Sekilas muncul sebuah pendapat di dalam benaknya bahwa Kinasih mempunyai daya tarik yang luar biasa untuk seorang wanita. Tanpa berprasangka...
Bab 7 - Bara di Bukit Menoreh

Bara di Bukit Menoreh 95 – Uji Nyali Dua Utusan

kibanjarasman
Dua malam sebelumnya. Setelah berpisah dari Agung Sedayu, Sukra dan Kinasih berlari cepat menuju Tanah Perdikan. Agung Sedayu memang berpesan seperti itu agar mereka tiba...
Bab 7 - Bara di Bukit Menoreh

Bara di Bukit Menoreh 94 – Nyaris!

kibanjarasman
Masih dalam keadaan yang terpisah, Pandan Wangi berjalan di depan Agung Sedayu dalam jarak kurang dari lima belas langkah. Ketika orang-orang mulai berangsur berkurang karena...
Bab 7 - Bara di Bukit Menoreh

Bara di Bukit Menoreh 93 – Getar Kalbu

kibanjarasman
Dalam beberapa kesempatan, pandangan Pangeran Selarong kerap menyambar tajam Pandan Wangi. Dia masih merasa bahwa ada satu persoalan yang harus diselesaikan. Tapi bila menimbang kepribadian...
Bab 7 - Bara di Bukit Menoreh

Bara di Bukit Menoreh 92 – Bayang-bayang Alas Krapyak

kibanjarasman
Dari jarak yang agak jauh, seorang penjaga gerbang kemah melihat kedatangan tiga orang tersebut lantas melaporkan pada Pangeran Selarong. Tak lama kemudian, putra mendiang raja...
Bab 7 - Bara di Bukit Menoreh

Bara di Bukit Menoreh 91 – Tabir Kali Progo

kibanjarasman
Sejurus waktu berlalu ketika Agung Sedayu menyadari bahwa Pandan Wangi perlu waktu untuk menenangkan diri meredam nyala rindu pada ayahnya. “Apakah kau sudah siap?” bertanya...
Bab 7 - Bara di Bukit Menoreh

Bara di Bukit Menoreh 90 -Kenangan yang Tertahan

kibanjarasman
Tidak ada kepastian dalam hidup ini selain segala sesuatu yang tidak pasti, pikir Agung Sedayu setelah mengurutkan kejadian demi kejadian. Ternyata menghadapi Raden Atmandaru terasalah...
Bab 7 - Bara di Bukit Menoreh

Bara di Bukit Menoreh 89 – Rahasia Kediaman Pandan wangi

kibanjarasman
Mereka berdua kemudian menyisir jalan melingkar. Agung Sedayu lantas mengatakan bahwa sebaiknya mereka menempuh jalur sunyi. Pengawal yang menjadi pengiring Agung Sedayu mengangguk lalu berjalan...
Bab 7 - Bara di Bukit Menoreh

Bara di Bukit Menoreh 88 – Langkah Sunyi Menuju Jagaprayan

kibanjarasman
Daun-daun dan rerumputan bergetar seiring dengan perasaan Sekar Mirah. Perempuan tangguh ini sadar semakin lama dia menahan Agung Sedayu dengan pembicaraan terkait Kinasih, dia tidak...
error: Anda tidak diperkenakan menyalin tanpa izin.