Dironda 19 kali
Pertarungan antara Bondan dan Ra Jumantara memasuki babak yang semakin menegangkan. Setelah saling menguji kemampuan, keduanya mulai mengerahkan ilmu kanuragan masing-masing. Ra Jumantara berusaha menekan Bondan dengan serangan beruntun, tetapi pemuda itu justru menunjukkan kemampuan yang menakjubkan.
Bondan dengan percaya diri mengerahkan kemampuan langka yang membuat lawannya mulai bertanya-tanya asal-usul ilmu yang dimilikinya. Dan pertarungan meningkat kian berbahaya dan nggrigisi.
Pertarungan yang berlangsung hingga menjelang fajar membuat orang-orang di sekitar mereka hanya mampu menyaksikan dengan tegang. Setiap benturan tenaga dan gerakan kedua pendekar itu terus meningkat menuju batas tertinggi.
Di tempat lain, Kuntala yang sebelumnya meninggalkan medan pertempuran mulai menghadapi keraguan atas keputusannya. Kemudian dia menemukan keadaan yang tidak pernah diperkirakannya. Sementara itu, nasib Bondan dan akhir dari pertarungan melawan Ra Jumantara masih menjadi pertaruhan besar.
- Belum mencapai puncaknya ketika murid Resi Gajahyana ini bertarung habis-habisan. Usia muda tidak menjadi halangan, ternyata. Gunung Wilis adalah saksi bisu pertarungan berdarah itu.
- Barisan kapal perang dan sampan perusak milik Blambangan berjajar selaras dalam ayunan gelombang Laut Jawa saat Serat Lelayu 3 telah dijalankan terlebih dulu menuju Demak.
- “Agung Sedayu, aku tidak berniat untuk memberi janji padamu mengenai apa saja,” ucap Ki Tunggul Pitu di Membidik 21.
