Category : Jejak di Balik Kabut

Jejak di Balik Kabut

Jejak di Balik Kabut 10 – Paksi Mengajarkan Arti Harga Diri

kibanjarasman
Ki Bekel mengangguk-angguk. Namun katanya “Bukankah kau tidak akan segera meninggalkan padukuhan ini?” Adeg Panatas tersenyum. Katanya, “Tidak kakang. Bukankah aku orang padukuhan ini? Aku...
Jejak di Balik Kabut

Jejak di Balik Kabut 9 – Cincin Bermata Tiga Batu Akik

kibanjarasman
“Ya. Sibuk mengadu ayam” jawab Ki Jagabaya. Adeg Panatas menarik napas dalam-dalam. Dengan nada datar ia berkata, “Apa yang terjadi jika Kebo Lorog itu kemudian...
Jejak di Balik Kabut

Jejak di Balik Kabut 8 – Penyelesaian Masalah Perampokan Keranda Terbang

kibanjarasman
Para pengikutnya memang menjadi bingung. Mereka tidak tahu isyarat apa yang dimaksudkan oleh Kebo Lorog. Hanya seorang sajalah di antara orang-orangnya yang tahu pasti, apa...
Jejak di Balik Kabut

Jejak di Balik Kabut 7 – Perkelahian Paksi

kibanjarasman
“Tetapi kau lihat, kekuatan sekelompok kawan-kawanmu sangat kecil, sehingga dalam waktu dekat mereka akan digulung. Jangan menyesal, bahwa bagi siapa saja yang tidak mau menyerah...
Jejak di Balik Kabut

Jejak di Balik Kabut 6 – Usaha Menghentikan Keranda Terbang

kibanjarasman
“Tidak,” sahut Ki Pituhu, “tentu ada yang berkhianat di antara orang-orang kita. Pada saatnya kita akan mengetahuinya. Tetapi sekarang, kita akan membabat mereka seperti membabat...
Jejak di Balik Kabut

Jejak di Balik Kabut 5 (Jilid 2)

kibanjarasman
ANAK-ANAK berlari-larian di sekitar tratag. Beberapa orang sudah mulai berjualan makanan dan minuman untuk anak-anak. Tetapi mereka tidak membawa dagangan sebanyak biasanya jika ada keramaian,...
Jejak di Balik Kabut

Jejak di Balik Kabut 4 (Jilid 1)

kibanjarasman
Paksi termangu-mangu sejenak. Namun kemudian ia berkata, ”Orang itu tiba-tiba saja menuduhku, bnhwa aku telah mengetahui rahasianya. Aku tidak tahu, apakah ia benar-benar mengetahui bahwa...
Jejak di Balik Kabut

Jejak di Balik Kabut 3

kibanjarasman
Tetapi akhirnya Sura, dan ketiga orang kawannya berhasil melihat keranda yang dikiranya dapat berjalan sendiri itu, sehingga justru ada di antara mereka yang menjadi sakit....
Jejak di Balik Kabut

Jejak di Balik Kabut 2

kibanjarasman
“Pagi ini suamiku tidak pergi ke sawah. Badannya merasa tidak enak. Dahinya panas dan jantungnya serasa berdetak lebih cepat.” “O…” Penjual nasi tumpang itu menjadi...
Jejak di Balik Kabut

Jejak di Balik Kabut 1

kibanjarasman
PERJALANAN itu sudah menjadi semakin jauh. Malampun menjadi larut. Embun mulai terasa membasahi kulit. Ketika Paksi Pamekas berpaling, yang tampak hanyalah kegelapan. Hitam pekat. Paksi...
error: Anda tidak diperkenakan menyalin tanpa izin.