0%
Still working...

Langit Hitam Majapahit – Makar Semakin Dekat (Kilas Kisah Bab 7 Pemberontakan Senyap)

Dironda 19 kali

Setelah lolos dari penyergapan di Alas Cangkring, Ki Cendhala Geni dan Ubandhana mencari tempat perlindungan sambil menunggu keadaan mereda. Dalam persembunyian itu, hubungan mereka dengan Ki Sura Tenggulun membuka jalan bagi sebuah langkah baru menuju Kahuripan. Setelah keadaan dianggap cukup aman, keduanya mulai bergerak dan perlahan membangun pengaruh di dalam kota.

Sementara itu, keadaan Kahuripan berubah. Kehadiran kelompok-kelompok baru menimbulkan keresahan di tengah penduduk dan melemahkan kedudukan para pemimpin prajurit. Bhre Kahuripan berusaha menghadapi keadaan tersebut, tetapi ketegangan di antara para senapati justru semakin terasa. Di tengah situasi yang belum sepenuhnya dipahami itu, beberapa orang mulai mengambil sikap dan bergerak dengan kepentingannya masing-masing.

Pesan-pesan disampaikan secara diam-diam, sementara sejumlah orang mulai mempersiapkan langkah berikutnya. Tanpa diketahui banyak pihak, waktu untuk bergerak semakin dekat.

  • Setiap perencanaan sering dilakukan sangat senyap. Gerakan pun terasa sunyi. Guncangan ini, Pemberontakan Senyap, berlangsung di wilayah yang dekat dengan pusat Majapahit.
  • Tidak di sini atau di sana, hampir semuanya berkisah makar. Tapi, siapa mengira bahwa Agung Sedayu pun ternyata menjadi mangsa yang menggiurkan? Begitu menurut orang yang membayanginya di Bara di Bukit Menoreh 4.
  • Dan ada harapan untuk tidak tersedak, Bulan Telanjang 8, Dyah Murti mengatakan, “Kemaluanku belum bertumbuh banyak penutup tapi aku dipaksa untuk berani oleh ibuku.”

Related Posts

error: Anda tidak diperkenakan menyalin tanpa izin.