Dironda 32 kali
Dua pekan setelah berbagai peristiwa berdarah berlalu, luka yang menganga di jantung Majapahit justru semakin sulit disembuhkan.
Di sebuah barak prajurit, empat orang yang selama ini menjaga tegaknya kerajaan bertemu dalam percakapan yang segera berubah menjadi saling curiga. Setiap kalimat membuka rahasia yang selama bertahun-tahun disembunyikan, sementara bayang-bayang pemberontakan mulai merayap dari berbagai penjuru, terutama dari tempat-tempat yang dapat dijangkau oleh Trowulan.
Ki Nagapati berdiri di tengah pilihan yang hampir mustahil. Di satu sisi dia memiliki kekuatan untuk mengguncang singgasana, tetapi di sisi lain dia tetap memegang teguh kesetiaan kepada negeri yang ikut dia bangun. Di sekelilingnya, suara-suara yang mendorong perang semakin nyaring terdengar.
Sementara itu, kabar tentang pasukan yang bergerak dari timur membuat setiap keputusan menjadi pertaruhan. Sekali melangkah keliru, bukan hanya nama baik yang lenyap, tetapi masa depan Majapahit sendiri dapat berubah untuk selamanya.
Dan ketika semua orang akhirnya memilih jalan masing-masing, pertanyaan terbesar justru belum terjawab: siapakah yang sesungguhnya sedang menyelamatkan Majapahit, dan siapakah yang tanpa sadar sedang membawanya menuju kehancuran?
- Kunjungan Bondan ke rumah kerabatnya ternyata menarik dirinya pada pergumulan yang tidak terbayangkan sebelumnya. Novel silat zaman Majapahit ini menceritakan kisah Bondan ini di Langit Hitam Majapahit.
- Di Siasat Ken Arok 5, rupanya Ken Arok sempat terkejut bukan kepalang. Lalu berujar, ”Kau benar-benar sengaja datang karena secuil keterangan.”
