0%
Still working...

Penaklukan Panarukan – Malam Ketiga Hilangnya Pangeran Benawa (Kilas Kisah Lembah Merbabu 6)

Dironda 11 kali

Wedaran sebelumnya: Pertarungan di lereng Merbabu ternyata membuka kembali jejak lama yang menghubungkan Ki Getas Pendawa, Ki Kebo Kenanga, dan Pangeran Parikesit dengan peristiwa puluhan tahun silam—ketika Prabu Brawijaya terpaksa mendaki puncak Lawu.

Keadaan di sekitar Pajang semakin sulit diperkirakan ketika orang-orang yang terlibat dalam pertarungan mulai bergerak menuju kedalaman ilmu kanuragan yang langka. Dalam waktu itu, Pangeran Parikesit berpacu dengan waktu karena perkembangan keadaan sangat membahayakan Adipati Pajang.

Di tempat lain, Ki Kebo Kenanga menempuh jalan yang berbeda. Pertemuannya dengan Kidang Tlangkas semakin membuat benderang bahwa hilangnya Pangeran Benawa telah menjadi persoalan yang tidak dapat dibiarkan berlarut-larut. Malam ketiga sejak kepergian Pangeran Benawa pun telah tiba.

Ki Kebo Kenanga melanjutkan perjalanan menuju wilayah di antara Merapi dan Merbabu. Hubungan yang telah terjalin sejak lama antara guru dan murid atau eyang dan cucu itu menjadi salah satu pegangannya untuk menelusuri keberadaan Pangeran Benawa. Namun perjalanan itu tidak segera memberinya jawaban, sementara waktu terus berjalan dan keadaan Pangeran Benawa belum diketahui oleh orang-orang yang mencarinya.

Sementara pencarian berlangsung, Pangeran Benawa menjalani hari-harinya seorang diri. Keadaan memaksanya menyesuaikan diri dengan lingkungan, mencari makanan, berpindah tempat, dan menggunakan pengetahuan yang selama ini diperolehnya dari padepokan. Tanpa disadarinya, apa yang dilakukan sepanjang kesendirian itu justru bersinggungan dengan latihan-latihan yang pernah diterimanya dari Ki Kebo Kenanga.

Namun Merbabu tidak hanya menyimpan kesunyian. Ketika Ki Kebo Kenanga masih berusaha menemukan jejak muridnya, Pangeran Benawa dituntut keadaan agar dapat bertahan dengan keyakinan dan kemampuan sendiri. Pengalaman, kelak, memberi arti lain bagi perkembangan dirinya.

  • Lembah Merbabu dan seperti kebanyakan gunung-gunung lain di tlatah Jawa yang banyak sekali menyimpan misteri. Sebagian terbuka, sebagian masih tertutup rapi sampai saat ini.
  • Rahasia yang berbeda juga masih menghuni Alas Krapyak. Bahkan Agung Sedayu berkata di Bara di Bukit Menoreh 3, “Mungkin Anda sekalian bertanya dalam hati, benarkah Panembahan Hanykrawati dibunuh sekelompok orang di Alas Krapyak?
  • Saat kekuasaan Demak mendekati puncak, sebagian orang menganggap Ki Kebo Kenanga telah mati. Tapi sebagian itu justru membuka keraguan ketika Pangeran Benawa 3 bercakap dengan kakeknya, Ki Kebo Kenanga yang telah dianggap mati.

Related Posts

error: Anda tidak diperkenakan menyalin tanpa izin.