Mentari semakin menghangat. Pertigaan tempat para lelaki berkumpul untuk makan siang masih sepi. Bahkan tirai lapak pun belum dibuka. Tidak lama, dia muncul dan mulai...
Ini tulisan saya. Ketika seseorang bertanya tentang tulisan pertama saat belajar pada guru terbaik. Sekitar tahun 1985. Nenek saya. Pithik Aku ini ayam. Warna...
Tapi sebuah perkenalan selalu memiliki kendalanya sendiri. Tekanan Batin Cinta, itu kau sematkan. Aku pendiam dan pemalu, kau mengulangnya. Tidak! Kenyataan yang disuguhkan, kau habisi...
Matahari semakin terik, aku harus bergegas. Biar tak terpanggang. Panas! Aku menggerutu sepanjang jalan. Berlarian dengan sepatu bertumit tinggi membuatku acap kali hampir terjatuh. Mulutku...
Dia, teman setia. Menjadi penerang mata burem. Menutupi alis gundul. Walau tak bisa menyulap jadi cantik. Terkadang malah seperti barang antik. Dia yang sering terabaikan....
Serombongan emak berkado sebuah puisi untuk mensyukuri kehadiran seorang Murni Tiyana. Arek Mojosari. ========== Jatuh Satu-satu Bulir-bulir bening Di sudut mata hening Mbrebes nyaris terdengar...
Ia tenang memasuki padang. Mayat-mayat tumpang tindih dan membujur lintang. Ia berjalan diantara mayat yang terserak. Akime, nama gadis itu. Paras bundar menyorot padang sejauh...
Karya dari sejumlah emak yang tenang di Kelas Pengenalan Liris 22-29 Mei 2019. ====== Kain lusuhku semakin kumal seiring lalai yang kian menjulang saat usia...
*Sayur Asem* Aku digemari banyak orang. Mereka memberiku nama, Sayur Asem. Emak menuangkan kacang panjang, kacang polong dan ada potongan daging yang membaur padaku. Di...
error: Anda tidak diperkenakan menyalin tanpa izin.