Padam wajah Sayoga mendengar mereka menyebut orang-orang Sangkal Putung sebagai anjing liar. Namun demikian, Sayoga berusaha menekan perasaannya yang menyalak begitu jalang. Digembleng secara langsung...
Sayoga menapak lapis demi lapis begitu ceat dan itu sangat mengejutkan Ki Dirgasana. Walaupun ia mempunyai pengalaman lebih banyak tetapi menghadapi Sayoga adalah sesuatu yang...
Untuk sesaat mereka bingung bercampur heran seusai Dharmana memerintahkan mundur, tetapi ketika Ki Panuju mengulang perintah maka mereka sedikit mengerti. Semangat pengawal pedukuhan merosot walau...
Sementara Bondan tenggelam dalam pertarungan hidup mati melawan Ki Cendhala Geni, Ki Wisanggeni memberi perintah pada prajurit berkuda untuk menerjang barisan prajurit Sumur Welut. Dalam...
Sayoga menjauhi Ki Panuju dengan loncatan panjang. Penuh keyakinan ia berusaha mengikat Ki Dirgasana. Nyi Wijil telah membekali Sayoga dengan ilmu kanuragan yang bersumber pada...
Gelar itu mendatangkan kesulitan yang luar biasa bagi pasukan Raden Atmandaru. Sekali waktu mereka bertempur berpasangan, lalu tiba-tiba mereka bertukar tempat setiap kali Marmaya meneriakkan...
“Ki Cendhala Geni,” desis perlahan dari bibir Bondan. Matanya yang tajam segera mengenali sosok yang rambutnya berkibar-kibar dihempas angin. Baju tak berlengan dan tidak berkancing...
Ki Dirgasana tetap menekan Sayoga, sedangkan anak muda Menoreh itu bertanya-tanya dalam hati, siapa gerangan orang yang mendadak muncul dari balik kegelapan malam lalu mencari...
Gaung lenguh dari tanduk kerbau yang panjang telah memenuhi udara sebagai babak baru. Perintah-perintah dari pemimpin kelompok terdengar bersahutan. Kesibukan luar biasa telah terlihat pada...
KI Panuju membagi kelompok. Bunija, Sutiyasa dan Marsudi beroleh tugas menemui Ki Rangga Agung Sedayu, sedangkan Ki Panuju dan Santosa akan bergerak memberi dukungan pada...
error: Anda tidak diperkenakan menyalin tanpa izin.