0%
Still working...

Langit Hitam Majapahit – Penempaan Terakhir. Gunung Semar 3 (Kilas Kisah)

Langit Hitam majapahit, silat Bondan, Padepokan Witasem, Gajah Mada, Majapahit

Dironda 88 kali

Perpisahan dengan Mpu Gandamanik menjadi awal perjalanan baru bagi Bondan. Nasihat terakhir sang guru tidak hanya meneguhkan warisan ajaran Resi Gajahyana, tetapi juga mengingatkan bahwa kebenaran sering tersembunyi di balik apa yang tampak oleh mata. Dengan udeng yang diikatkan di kepalanya, Bondan melangkah meninggalkan tempat itu menuju masa depan yang telah menantinya.

Sekembalinya ke Trowulan dari Gunung Semar, Bondan disambut teguran penuh kasih dari Nyi Retno. Keberaniannya menghadapi musuh telah meninggalkan luka yang tidak ringan. Di balik ketegasan bibinya tersimpan harapan agar Bondan tidak lagi mengabaikan keselamatan dirinya, sebab sebuah tanggung jawab besar telah menunggu di masa depan.

Memasuki tahap akhir penyembuhan, Bondan menjalani latihan yang tidak biasa. Dalam bilik gelap sebuah candi, ia mengheningkan cipta, menajamkan pendengaran, dan memulihkan tenaga batinnya. Hari-harinya dipenuhi latihan tanpa henti, mulai dari bertapa dalam kegelapan hingga berlatih tanding dengan mata tertutup.

Namun jalan menuju kesempurnaan selalu menuntut harga. Saat memaksakan batas kemampuannya, Bondan justru roboh dengan darah mengalir dari telinganya. Di tengah rasa sakit itu, Sela Anggara datang memberikan pertolongan, sementara penempaan yang sesungguhnya masih belum berakhir.

  • Awan panas yang bertebaran menjelang letusan Gunung Merapi ternyata juga menjadi nama ajian ilmu tingkat tinggi di cerita silat Kerajaan Jawa, Kesultanan Demak tepatnya. Ki Kebo Kenanga dan Jaka Tingkir bahkan sudah berhadap-hadapan dengan ilmu sangar ini. Di mana? Di lereng timur Merapi ketika sedang melakukan perjalanan dari Pajang menuju Demak, mereka dihadang Wedhus Gembel

Related Posts

error: Anda tidak diperkenakan menyalin tanpa izin.