Dironda 22 kali
Penculikan Pangeran Benawa mengguncang Pajang dan memaksa Adipati Hadiwijaya berhadapan dengan rangkaian peristiwa yang selama ini tersembunyi di balik siasat yang mengejutkan. Di hadapan Adipati Hadiwijaya, Ki Kebo Kenanga, serta Pangeran Parikesit dan Ki Getas Pandawa, Kidang Tlangkas akhirnya membuka seluruh tugas yang pernah dijalankannya, termasuk penyebaran kabar tentang seorang pangeran Majapahit yang hendak mengguncang Demak.
Kabar itu ternyata bukan sekadar berita burung. Pangeran Parikesit sengaja memunculkan nama Jaka Daplang untuk memancing kelompok-kelompok penentang yang masih tersebar di lereng Merbabu dan Merapi. Dari siasat tersebut, muncul petunjuk tentang orang-orang yang selama ini bersembunyi dan kemungkinan hubungan mereka dengan penculikan Pangeran Benawa. Namun nama lain kemudian muncul dalam pembicaraan: Kiai Rontek, sosok yang pernah menjadi berita buruk bagi Pajang dan Demak.
Di tengah ancaman itu, Adipati Hadiwijaya memutuskan tetap berangkat menuju Demak. Kepergiannya tidak hanya berkaitan dengan rencana Raden Trenggana menyerang wilayah timur, tetapi juga menjadi bagian dari langkah untuk mencari Pangeran Benawa tanpa membuat para penculik mengetahui arah sebenarnya. Pangeran Parikesit memilih menyertainya, sementara Ki Kebo Kenanga dan Ki Getas Pandawa menempuh jalan lain untuk mencari jejak sang pangeran.
Siasat itu segera diuji. Rombongan Adipati Hadiwijaya ternyata telah diamati dari kejauhan dan kelompok penentang mulai membayangi perjalanan mereka. Ketika rombongan memasuki wilayah yang lebih sepi, Ki Kebo Kenanga dan Ki Getas Pandawa memisahkan diri untuk menjalankan pencarian, sementara Pangeran Parikesit tetap bersama Adipati Hadiwijaya. Di balik perjalanan menuju Demak, ancaman pun semakin dekat, dan benturan dengan orang-orang yang memburu mereka tidak lagi dapat dihindari.
- Benturan atau adu ilmu tingkat tinggi Jawa Kuno mungkin tidak terhindarkan. Tapi, sebelum itu disaksikan, benarkah memang ada tangan maut yang mengincar Jaka Tingkir? Lembah Merbabu tidak dapat memberi jawaban sebelum ada pembacaan tuntas.
- Sementara di Pengepungan 6 sesaat sebelum mereka berpisah, Ken Arok menepuk bahu Toh Kuning dan berkata, ”Kau akan tahu karena kau mempunyai pengetahuan untuk meniti jalan itu.”
- Tapi perilaku yang sangat jauh dari kepantasan sedang diperbuat Ubandhana. Ketika jarinya menyusur dagu Arum Sari, menurun lalu berhenti tepat di tengah bagian dada anak perempuan pemimpin Wringin Anom di Penculikan 4.
