0%
Still working...

Jati Anom Obong – KKG Buku 1 (Kilas Kisah Bab 2) Pertikaian di Sekitar Kitab Kyai Gringsing

Dironda 32 kali

Agung Sedayu dan Swandaru menyeberangi Kali Progo dalam perjalanan menuju Sangkal Putung. Di tengah perjalanan, mereka bertemu Ki Prayoga, seorang pedagang yang membawa kabar tentang keadaan Mataram yang mulai tidak menentu, termasuk isu tentang Panembahan Tanpa Bayangan.

Percakapan yang semula biasa berubah menjadi lebih serius ketika Ki Prayoga mulai menyinggung pergerakan di kotaraja dan tokoh-tokoh yang terlibat di dalamnya. Agung Sedayu mulai merasakan ada sesuatu yang tidak wajar, sementara Swandaru tetap fokus pada tujuan mereka, meski kegelisahan mulai muncul di antara keduanya.

Di tempat lain, Sayoga terlibat pertarungan sengit melawan Ki Sarjuma dan Ki Malawi, dua pengikut Raden Atmandaru. Meski berada dalam posisi terdesak, Sayoga gigih bertahan dengan memanfaatkan kemampuan dan keadaan sekitar, sehingga pertarungan berkembang menjadi lebih seimbang.

Sementara itu, Ki Hariman berhasil mengambil kitab Kyai Gringsing dari rumah Ki Demang Sangkal Putung. Namun sikapnya kemudian justru menimbulkan kecurigaan dari Ki Garu Wesi dan Ki Tunggul Pitu, yang kemudian berbalik menentangnya. Pertikaian pun tidak terhindarkan di tepi sungai.

Keributan tersebut akhirnya menarik perhatian para peronda Mataram yang dipimpin Ki Panuju. Perjumpaan antara peronda dengan tiga orang berkemampuan tinggi pun tidak terhindarkan di salah sungai yang mengalir di Jati Anom.

  • ”Aku kira memang benar bahwa aku harus mampu mengendalikan diri. Terutama ketika aku mendapatkan giliran untuk mendalami isi kitab perguruan Orang Bercambuk,” ucap Ki Tunggul Pitu di Jati Anom Obong.
  • Di sisi lain atau zaman yang berbeda, sekelompok pasukan berkuda menyembunyikan senjata di balik pelana, melingkari pinggang, menyisipkan di balik baju luar dan sebagainya tampak sedang mendekati Ken Banawa di rawa-rawa..
  • Di Gerbang Demak 9, Sultan Trenggana berkata di depan Jaka Tingkir, ““Seharusnya yang terjadi adalah Arya Penangsang memutus urat napasmu, Ngger.”

Cerita silat legendaris yang tak usai dikisahkan.

Dukungan Anda membantu kami terus menulis, menggali lebih dalam, dan menyusuri lereng Perbukitan Menoreh dengan menghadirkan bagian yang belum terungkap.

Mari perpanjang napas cerita.

Donasi dapat dititipkan melalui:

BCA 822 05 22297

BRI 31350 102162 4530 atas nama Roni Dwi Risdianto.

Related Posts

error: Anda tidak diperkenakan menyalin tanpa izin.