Matahari semakin terik, aku harus bergegas. Biar tak terpanggang. Panas! Aku menggerutu sepanjang jalan. Berlarian dengan sepatu bertumit tinggi membuatku acap kali hampir terjatuh. Mulutku...
Dia, teman setia. Menjadi penerang mata burem. Menutupi alis gundul. Walau tak bisa menyulap jadi cantik. Terkadang malah seperti barang antik. Dia yang sering terabaikan....
Serombongan emak berkado sebuah puisi untuk mensyukuri kehadiran seorang Murni Tiyana. Arek Mojosari. ========== Jatuh Satu-satu Bulir-bulir bening Di sudut mata hening Mbrebes nyaris terdengar...
Ia tenang memasuki padang. Mayat-mayat tumpang tindih dan membujur lintang. Ia berjalan diantara mayat yang terserak. Akime, nama gadis itu. Paras bundar menyorot padang sejauh...
Karya dari sejumlah emak yang tenang di Kelas Pengenalan Liris 22-29 Mei 2019. ====== Kain lusuhku semakin kumal seiring lalai yang kian menjulang saat usia...
*Sayur Asem* Aku digemari banyak orang. Mereka memberiku nama, Sayur Asem. Emak menuangkan kacang panjang, kacang polong dan ada potongan daging yang membaur padaku. Di...
Melihatmu sendiri kala menahan lapar sama dengan melihat es tinta.. Kau berkata bahwa bahagia adalah ketika tercebur dalam semangkuk es tinta.. Tetapi semesta mengajarkan bahwa...
Anu menerawang jauh. Ingin anu berada dalam satu keanuan yang megah, mewah dan sangat terbatas anunya. Bukan hanya anu ingin mengaku segala keanuan tetapi, satu...
Pitung panggilanku, nama asliku Salihoen. Aku lahir di kampung Pengumben, pemukiman kumuh di Rawabelong dekat stasiun Palmerah. Orang bilang pitung itu artinya adalah pitung pitulung...
error: Anda tidak diperkenakan menyalin tanpa izin.