Tag : Lanjutan ADBM

Bab 7 - Bara di Bukit Menoreh

Bara di Bukit Menoreh 35 – Pandan Wangi Mengikuti Swandaru untuk Makar, Benarkah?

kibanjarasman
“Tahan, sabar dulu Ki Lurah,” kata Ki Tumenggung Untara dengan sareh. Hukuman mati itu dapat diterima sebagai keputusna wajar jika kita memandangnya dari kedudukan Pandan...
Bab 7 - Bara di Bukit Menoreh

Bara di Bukit Menoreh 34 – Pandan Wangi Menjadi Gila?

kibanjarasman
“Kami berdua tidak berada pada kedudukan yang pantas untuk mencari kelemahan rencana Ki Tumenggung,” ucap Ki Kertapati penuh hormat. “Suasana di Pedukuhan Jagaprayan sedang dalam...
Bab 7 - Bara di Bukit Menoreh

Bara di Bukit Menoreh 33 – Ki Untara ; Apa Tujuan Pandan Wangi Sebenarnya?

kibanjarasman
Beberapa pengawal segera berkumpul di tempat yang ditentukan Pandan Wangi. Mereka bertukar pandang dengan banyak tebakan di dalam pikiran masing-masing. Hari masih belum pagi tapi...
Bab 7 - Bara di Bukit Menoreh

Bara di Bukit Menoreh 32 – Perempuan yang Bernama Pandan Wangi

kibanjarasman
Pada malam Sangkal Putung dilanda kerusuhan, Pandan Wangi secara teratur mendapatkan laporan dari orang-orang yang diutusnya secara khusus mengamankan kediaman Ki Demang Sangkal Putung. Dengan...
Bab 7 - Bara di Bukit Menoreh

Bara di Bukit Menoreh 31 – Swandaru Terjebak dalam Cengkeraman Makar

kibanjarasman
Tanpa melihat Dharmana, Swandaru berkata, “Itulah yang aku khawatirkan. Kemampuan akan perlahan-lahan menurun lalu benar-benar tertinggal karena ketakutan yang mengendap dalam hati kalian. Ketika benturan...
Bab 7 - Bara di Bukit Menoreh

Bara di Bukit Menoreh 30 – Dharmana dan Swandaru Berselisih tentang Peristiwa di Sangkal Putung

kibanjarasman
“Kami tahu peristiwa di masa lalu yang terjadi di kademangan ini,” ucap Dharmana setelah beberapa saat dengan wajah tegar menatap Swandaru. “Itu adalah peristiwa besar...
Bab 7 - Bara di Bukit Menoreh

Bara di Bukit Menoreh 29 – Kemarahan Sukra Nyaris Tak Terbendung

kibanjarasman
“Saat ini keberadaanmu di Kepatihan pasti sudah diketahui Raden Mas Rangsang,” kata Ki Patih Mandaraka. “Maka, aku minta engkau tetaplah di sini hingga beliau mengundangmu...
Bab 7 - Bara di Bukit Menoreh

Bara di Bukit Menoreh 28 – Persekongkolan untuk Menghancurkan Mataram

kibanjarasman
“Ki Sanden Merti dan orang-orang lain sudah mengerti betul kebiasaan Ki Patih. Dari pergiliran prajurit, pemindahan tugas hingga bagian terkecil dari Ki Patih, itu semua...
Bab 7 - Bara di Bukit Menoreh

Bara di Bukit Menoreh 27 – Menguak Kecurigaan Kepatihan sebagai Persinggahan Pemberontak

kibanjarasman
Agung Sedayu yang tersohor dengan kecerdasan yang luar biasa termenung dengan wajah tegang. Akal sehatnya sulit menerima kenyataan bahwa akhirnya Ki Patih Mandaraka berkata demikian...
Bab 7 - Bara di Bukit Menoreh

Bara di Bukit Menoreh 26 – Saran Ki Patih pada Agung Sedayu ; Bakarlah Api Pemberontakan di Mataram

kibanjarasman
“Apakah engkau belum banyak berubah dari masa mudamu, Sedayu?” bertanya Ki Patih Mandaraka dengan iringan senyum di bibirnya. Raut wajah Agung Sedayu pun memerah bagai...
error: Anda tidak diperkenakan menyalin tanpa izin.