Nyi Kirana deras meluncur melintasi ruang kosong tanah lapang, dia melihat seorang anak kecil jatuh terlindas oleh kaki-kaki orang yang berlarian kalangan kabut. Nyi Kirana...
“Kekuatan kita belum dapat menandingi daya serbu Pajang yang sebenarnya. Aku pikir, gagasanmu adalah sebuah alasan bodoh untuk bunuh diri. Mpu, malam ini adalah malam...
Ada amarah dan kecewa sekaligus kekhawatiran atas keselamatan Bondan – yang berada di Kademangan Grajegan – membuat para pengiring dari Pajang itu merasa berat menjalankan...
Matahari nyaris menggapai puncak langit ketika suasana di sekitar Bondan serta Siwagati perlahan menjadi hening. Resi Gajahyana telah berhadapan dengan Ki Sarwa Jala. Mereka didampingi...
Hingga pada masa yang berlaku sesuai kebiasaan orang-orang Grajegan, maka Bhre Pajang segera mohon undur diri. Dia beserta seluruh rombongan akan kembali ke Pajang. Dalam...
Dalam waktu itu, dia dapat membayangkan kelegaan hati Ki Juru Manyuran. Simpul rumit pikiran Ki Sarwa Jala pun memudar. Walau begitu, Ki Sarwa Jala tetap...
Kehidupan Siwagati yang tidak pernah mengalami kekurangan dan banyak memperoleh dukungan dari orang di sekitarnya, mau tidak mau, telah mewarnai watak perilakunya. Dia tumbuh menjadi...
Tempaan Resi Gajahyana selama di Pajang akhirnya mendapatkan ujian berat ketika Bondan harus berhadap-hadapan dengan Mpu Gemana. Ketenangan seorang anak muda belasan tahun sudah pasti...
Bondan merasakan deru angin memburunya, seketika tangannya yang memegang udeng membuat gerakan satu lingkaran penuh menangkis satu ujung yang terdekat. Tangan kirinya segera mencabut keris...
Sampar melontarkan beberapa pasak yang beracun ke arah yang ditunjukkan Mpu Gemana. Sejumlah paku melesat cepat menembus gelap malam. Bondan menyadari datangnya bahaya ketika melihat...
error: Anda tidak diperkenakan menyalin tanpa izin.