Ki Sentot Tohjaya melihat pergerakan sekelompok prajurit yang terdiri dari pasukan berkuda dan prajurit berjalan kaki sedang mengalir ke tengah pusaran yang ia pimpin. “Ken...
“Itu sangat bagus, Bunija. Bila keadaan dapat dijaga seperti ini dalam waktu lama, sampai pagi misalnya, semangat lawan bisa saja terputus.” Ucapan Sukra penuh sindiran...
“Keadaan terus-menerus berkembang dengan cepat, tetapi kita selalu tertinggal,” keluh Marmaya. “Kakang,” Sayoga berkata, “kita telah berada pada titik ini, pada keadaan yang sama-sama tidak...
Sedikit jauh dari tempat perkelahian Ki Jayanti dengan Warastika, Ki Cendhala Geni masih belum mampu menekan Bondan. Putaran kapaknya yang seringkali mengeluarkan dengung yang menggetarkan...
Selepas mereka berbelok pada jalan yang menuntun mereka menuju banjar pedukuhan , Marmaya melontarkan kegeramannya dengan teriakan keras. Ia tidak ingin mengumpat seseorang, tetapi Marmaya...
Gondang Wates Tiba-tiba wajah Ki DIrgasana menjadi lebih sungguh-sungguh. Tidak hanya Ki Dirgasana seorang yang mendengar derap puluhan kaki menggetarkan tanah Gondang Wates, pasukan kecilnya...
Kenyataan pahit diterima oleh pasukan Ki Sentot dalam waktu tidak begitu lama. Dua senapati yang berkemampuan tinggi telah roboh. Terbunuh tangan dingin seorang lurah prajurit...
Sewaktu Agung Sedayu menyatakan akan memilih Simbara sebagai peninjau keadaan di Randulanang, Sukra lagi-lagi mengernyitkan kening. Kerut di dahinya terlihat semakin bertambah. Dalam waktu itu,...
Simbara mengulur waktu sebelum bergeser tempat menuju beranda. Ia tidak ingin terlalu lama berada di beranda selagi ada orang selain Agung Sedayu. Ketika seorang pengawal...
Ki Jayapawira melihat perlawanan yang dilakukan oleh Pragola, kemudian ia bergeser cepat disertai beberapa prajurit pilihan untuk mendekati Pragola. Pasukan Ki Jayapawira semakin maju dan...
error: Anda tidak diperkenakan menyalin tanpa izin.