Sebelumnya. Dari simpang tiga, Sukro sekilas melihat seorang penunggang kuda yang muncul dari kegelapan yang menaungi jalan utama menuju banjar pedukuhan. Namun ia tidak dapat...
Sebentar kemudian Pandan Wangi menghentak kuda menuju persimpangan, tetapi setibanya di tempat itu, dua lingkaran perkelahian telah sirna dari pedukuhan. Kesimpulan yang sama pun kembali...
Kemunculan Pandan Wangi di tempat yang menjadi awal serangan mendapat sambutan berupa lontaran panah dan tombak yang meluncur bertubi-tubi. Seketika ia melompat turun dari punggung...
Dalam waktu itu, Ken Banawa telah mengerti maksud pemimpinnya. Dan Ken Banawa memang akan mengajak Gumilang untuk turut menyertai Bondan, selain Ken Banawa telah mengetahui...
Sesampainya di istana kepatihan yang telihat lengang di batas senja, Ken Banawa diperkenankan menghadap Mpu Nambi di serambi depan. “Saya mendapatkan laporan dari petugas yang...
Mendadak pecahlah keheningan pedukuhan induk! Orang-orang tumpah ruah memenuhi jalan-jalan dan lorong. Mereka saling bertanya mengenai gelegar dentuman yang menggetarkan jantung. Tak sedikit yang berlarian...
Keadaan itu tidak begitu terlihat dari setiap gerak gerik senapati pasukan khusus Mataram itu, tetapi, sungguh sangat sukar bagi Agung Sedayu untuk meninggalkan satu persolan....
Pandan Wangi menunggu Agung Sedayu mengungkap maksudnya. Pengalamannya dalam mengikuti banyak peperangan mengajarinya untuk dapat menahan diri, meski dalam waktu itu, Pandan Wangi sebenarnya ingin...
“Saya meninggalkan mbokayu Sekar Mirah dalam keadaan baik,” jawab Pandan Wangi lalu menghirup udara banyak-banyak ke dalam rongga dadanya. Ia berkata kemudian, ”Mudah-mudahan dukun bayi ...
Keesokan harinya, seorang penjaga regol melaporkan bahwa ada sejumlah orang berkuda sedang berusaha menemui Ken Banawa dan Ki Demang. “Apakah ia menyebut nama?” tanya Ki...
error: Anda tidak diperkenakan menyalin tanpa izin.