Tag : silat Bondan

Bab 4 Kiai Plered

Kiai Plered 15 – Pedukuhan Janti

kibanjarasman
Sebelumnya. Dari simpang tiga, Sukro sekilas melihat seorang penunggang kuda yang muncul dari kegelapan yang menaungi jalan utama menuju banjar pedukuhan. Namun ia tidak dapat...
Bab 4 Kiai Plered

Kiai Plered 14 – Pedukuhan Janti

kibanjarasman
Sebentar kemudian Pandan Wangi menghentak kuda menuju persimpangan, tetapi setibanya di tempat itu, dua lingkaran perkelahian telah sirna dari pedukuhan. Kesimpulan yang sama pun kembali...
Bab 4 Kiai Plered

Kiai Plered 13 – Pedukuhan Janti

kibanjarasman
Kemunculan Pandan Wangi di tempat yang menjadi awal serangan mendapat sambutan berupa lontaran panah dan tombak yang meluncur bertubi-tubi. Seketika ia melompat turun dari punggung...
Bab 4 Kiai Plered

Kiai Plered 12 – Pedukuhan Janti

kibanjarasman
Mendadak pecahlah keheningan pedukuhan induk! Orang-orang tumpah ruah memenuhi jalan-jalan dan lorong. Mereka saling bertanya mengenai gelegar dentuman yang menggetarkan jantung. Tak sedikit yang berlarian...
Bab 4 Kiai Plered

Kiai Plered 11 – Pedukuhan Janti

kibanjarasman
Keadaan itu tidak begitu terlihat dari setiap gerak gerik senapati pasukan khusus Mataram itu, tetapi, sungguh sangat sukar bagi Agung Sedayu untuk meninggalkan satu persolan....
Bab 4 Kiai Plered

Kiai Plered 10 – Pedukuhan Janti

kibanjarasman
Pandan Wangi menunggu Agung Sedayu mengungkap maksudnya. Pengalamannya dalam mengikuti banyak peperangan mengajarinya untuk dapat menahan diri, meski dalam waktu itu, Pandan Wangi sebenarnya ingin...
Bab 4 Kiai Plered

Kiai Plered 9 – Pedukuhan Janti

kibanjarasman
“Saya meninggalkan mbokayu Sekar Mirah dalam keadaan baik,” jawab Pandan Wangi lalu menghirup udara banyak-banyak ke dalam rongga dadanya. Ia berkata kemudian, ”Mudah-mudahan dukun bayi ...
error: Anda tidak diperkenakan menyalin tanpa izin.