Persawahan subur yang terhampar dengan bidang-bidang yang serasi menjadi gerbang masuk menuju pedukuhan induk Sangkal Putung. Jajaran pohon meski tumbuh dengan jarak yang tidak teratur,...
Arum Sari memalingkan muka dengan wajah memancarkan kemarahan dan kebencian tiada tara. “Engkau tak perlu mengingkari kenyataan bahwa kita pernah berbagi rasa. Dan engkau juga...
Pusaran udara dalam ukuran kecil tiba-tiba muncul di atas kepala para pengikut Raden Atmandaru. Angin beliung berhamburan di udara, terlontar dari setiap dorongan telapak tangan...
Matahari bergerak di antara kesenyapan dan perlahan membenamkan diri di balik garis semesta. Awan berpendar merah mengiringi kepergiannya yang akan kembali esok hari. Hari beranjak...
Seorang prajurit yang berada di barisan depan memberi isyarat, mereka tidak lagi merayap maju namun menyebar tanpa merusak susunan yang benar-benar rapi serta terukur. Kini,...
“Menyeberang ke Songenep itu lebih mungkin dan masuk akal, Paman. Dibandingkan kembali ke Wringin Anom, bukan begitu Paman?” “Aku tidak dapat membuat dugaan semacam itu...
“Sangat halus,” desah Ubandhana tepat di telinga Arum Sari. Bergolak hasrat Ubandhana seperti gelombang air pasang. Darahnya mengalir cepat, napasnya berpacu, jemari dan ototnya meregang...
Ubandhana bergeser mendekat, lalu bertanya, “Apakah engkau menginginkan seperti ini?” Ubandhana melakukan gerakan seolah-olah akan membuka bajunya. “Pergi! Pergilah dari hadapanku!” teriak Arum Sari kuat-kuat....
Keadaan itu berlangsung dalam ukuran waktu sedang. Ketertarikan Agung Sedayu makin bertambah pada saat lolongan panjang membuncah di tengah riuh suitan berlengking tinggi. “Ini tidak...
Kedua peristiwa yang terjadi dalam waktu hampir bersamaan, meski tidak mempunyai kaitan, akhirnya justru memberi kesulitan pada Ubandhana yang sudah cukup jauh meninggalkan Wringin Anom....
error: Anda tidak diperkenakan menyalin tanpa izin.