0%
Still working...

Penaklukan Panarukan – Kiai Rontek di Balik Hilangnya Pangeran Benawa (Kilas Kisah Bab 5 Akhir)

Dironda 33 kali

Padepokan yang sebenarnya adalah tempat belajar dan perlindungan pun karena serangan yang mengguncang seluruh penghuninya. Para cantrik berusaha mengatasi kepanikan, sementara dua tokoh sepuh segera mengambil alih keadaan, menenangkan mereka yang terluka dan menyusun langkah-langkah awal untuk memahami yang baru saja terjadi.

Di tengah kesibukan merawat para korban, Ki Kebo Kenanga dan Ki Getas Pandawa mulai menimbang berbagai kemungkinan di balik peristiwa tersebut. Mereka menyadari bahwa kejadian itu bukan sekadar musibah biasa, melainkan bagian dari rangkaian yang lebih besar dan memiliki dampak luas bagi Pajang.

Harapan kemudian tertuju pada Tanur, murid yang mengalami luka paling berat namun menjadi saksi penting dalam kejadian itu. Setelah memperoleh perawatan, perlahan ia mampu mengumpulkan kembali ingatannya hingga bersedia memberikan penjelasan kepada kedua gurunya.

Dari penuturan Tanur, muncul kembali nama Kiai Rontek beserta jejak hubungan yang telah terjalin sejak masa lampau. Kisah yang mulai diungkap membuka tabir mengenai latar belakang seseorang yang selama ini berada di balik bayang-bayang, sekaligus memberi arah baru bagi upaya memahami peristiwa yang baru saja mengguncang padepokan. Namun, jawaban yang sesungguhnya masih menunggu untuk disingkap pada bagian berikutnya.

  • Pada episode Nir Wuk Tanpa Jalu 8, Surak Kelurak memegang jantungku dengan kepalan yang cukup keras. Itu menyakitkan sekali! Dia ingin setiap orang yang membaca juga sanggup menuntaskan perintah Mpu Nambi pada Ken Banawa. “Baiklah, tuntaskan terlebih dahulu persoalan yang membelit Wringin Anom. Jika kau percaya dan yakin bahwa Ki Nagapati akan menghukum Ki Srengganan, maka aku percaya pada keyakinanmu itu,” kata tegas Mpu Nambi. Benar, kalian dapat melihat itu di Rawa-rawa 9.
  • Setelah misi di atas itu tuntas, kalian dapat kembali di sini bersamaku untuk memulai pelajaran Berhitung yang diselenggarakan oleh Raden Trenggana, Sultan Demak.

Related Posts

error: Anda tidak diperkenakan menyalin tanpa izin.