Padepokan Witasem
Prosa Liris

Liris : Kuda Lumping

Liris ini disusun secara terpisah. Berawal dari tugas yang saya berikan melalui WA status. Tiap cantrik mentrik mengirim bait-bait di bawah melalui jalur pribadi.

Mereka tidak akan tahu mana yang hasil tulisan rekan sekelas. Mereka hanya tahu tulisan mereka sendiri.

Selamat jathilan hoo yaaa hoo yaaaaa

==========

loading...

“Lilitkan untaian ini di sela-sela anyaman itu, sematkan pula cambuk di sampingmu, Nduk.”
Berbinar mata sang Jathil melihat tunggangan eloknya siap penuh surai.

Musik bertalu membuatku ngibing.
Bergerak, melompat, ikuti irama, hingga tak sadarkan diri.

Liar ragamu di antara liukan seruling dan gendang bertalu nyaring. Kembang tujuh rupa dan pecahan beling-beling kau lahap rakus penuh magis.

Aku menari, melompat, terguling, dilempar lalu terdampar. Mengikuti hasrat yang makin liar.

Aku pasrah dikendali tuan yang hilang warasnya. Tubuhku meliuk-liuk bersama angin, setan di kepala tuanku tersenyum mengejek.

Jingkrak derap kaki menapak bumi, melotot matamu ngeri
Aku bergeming, agar pecutmu tak lagi mendekat.

Rancak kendang berpadu dengan gerak sang penari yang membawa kuda-kudaan dari anyaman bambu, membuatnya larut meliukkan tubuh mengikuti irama.

“Berhenti anakku! Aroma kembang dan kemenyan bisa merasukimu kapan saja,” suara Bapak bagai cemeti yang mencambuk sang penari.

 

=======

Dipersembahkan untuk Indonesia

oleh Kelas Prosa Liris Wonderland

Wedaran Terkait

Songsong Bukan Puisi

admin

Sikil nJeber..

admin

Puisi :Peluk Senja di Lereng Lawu

admin

Puisi :  Aku Dalam Birumu

amazingdhee

Puisi : Tertikam Rasa/Lina Boegi

admin

Puisi : Temaram/Winy

admin

Leave a Comment

error: Anda tidak diperkenakan menyalin tanpa izin.