Padepokan Witasem
Bab 1 Sayoga

Sayoga 15

Ki Wijil lantas menuturkan, ”Satu kemungkinan jika mereka adalah orang yang keluar dari peperangan adalah sisi lain  yang dapat diterima. Beberapa bulan yang lalu memang satu kelompok orang datang dan mendiami lereng perbukitan yang berada di sebelah timur. Mungkin saja mereka adalah pelarian perang ketika Panaraga meletus. Namun, agaknya, meskipun perlawanan mereka dapat diselesaikan namun tetap saja ada orang yang memanfaatkan sobekan kain yang  berserakan untuk dikumpulkan kembali.”

Ki Bekel dan Ki Jagabaya bertukar pandang, lalu keduanya mengangguk, keduanya mengerti arah pembicaraan Ki Wijil.

“Setiap kejadian memang selalu diikuti banyak kemungkinan. Dari kemungkinan yang menjadi sebab sampai peluang atau kesempatan untuk menuju penyelesaian. Tetapi agaknya aku mulai dapat mengerti arah sebenarnya dari persoalan yang membelit Pedukuhan Dawang dan Tanah Perdikan Menoreh,” Ki Bekel berkata sungguh-sungguh.

Ia kemudian melanjutkan kata-katanya, ”Dalam perjalanan pulang menuju pedukuhan ini, aku banyak mendengar tentang Padepokan Tunggul Bawana. Namun aku belum mendengar tentang Padepokan Watugunung ketika masih di Denayang. Dan aku sendiri mempunyai sedikit gambaran untuk apa yang akan kita lakukan dalam menghadapi masalah ini.” Lantas ia berkata atau elbih tepatnya bergumam, “Mungkin mereka adalah satu padepokan, tetapi selalu mengganti nama. Sesuai kebutuhan.”

Ki Jagabaya mengangguk kemudian mengangkat wajah, lalu menatap lurus Ki Wijil. Ki Wijil yang merasa sedang berada dalam tatap tajam mata Ki Jagabaya pun tersenyum lalu manggut-manggut.

“Silahkan Ki Jagabaya untuk menerangkan tentang hubungan kita,” Ki Wijil meminta agar Ki Jagabaya memulai berucap tentang jati diri mereka, terutama di depan Sayoga. Ki Bekel mengerutkan keningnya dan bergantian memandang dua orang tua yang duduk saling berhadapan. Sejenak kemudian Ki Bekel tersenyum lalu memberi tanda kepada Ki Jagabaya untuk memenuhi permintaan  Ki Wijil.

Malam beranjak semakin dalam ketika para peronda pedukuhan mulai berkeliling melakukan ronda. Langit terlihat begitu cerah dan bintang pun seakan begitu dekat menyinari mereka yang berada di pedukuhan.

*******

Leave a Comment