Beranda / Lanjutan ADBM / Panembahan Tanpa Bayangan

Panembahan Tanpa Bayangan

Dalam hati Ki Bekel, ia merasa bangga dengan sikap yang dimiliki oleh Ki Jagabaya. Selain itu, ia sendiri tidak menyangka jika ilmu Ki Jagabaya sedemikian tinggi – menurut kesaksian para pengawa...

Di rumah Ki Bekel, Ki Jagabaya mulai menceritakan hubungannya dengan Ki Wijil di masa lalu. Ia berkata, ”Sebenarnya saya telah mengenal Ki Wijil semenjak kami berdua masih berusia muda. Kami sama-sama...

“Kita tetap akan menjalankan rencana. Lagipula sedikit latihan ini akan menambah kedalaman yang telah ada dalam dirimu. Selain itu, kita juga dapat mengamati perkembangan pedukuhan ini di malam hari s...

“Aku akan menunggu ayah memberi perintah untuk ini,” desahnya dalam hati. Agaknya ia dapat menahan diri untuk tidak mendesak ayahnya. Sejenak kemudian ayahnya memintanya untuk berdiri, lal...

“Lalu dengan tiba-tiba, ia telah meloncat surut dan melesat lebih cepat dibandingkan ketika mundur. Ternyata ia menyerang dengan cara yang berbeda. Sekelebat pedangnya menyambar dengan cepat men...

Pada saat pertemuan di rumah Ki Bekel dimulai, seorang wanita muda yang berusia sebaya dengan Sayoga berkata, ”Saya merasa kedatangan orang asing itu dapat menambah keributan yang mulai sering terjadi...

Ki Wijil lantas menuturkan, ”Satu kemungkinan jika mereka adalah orang yang keluar dari peperangan adalah sisi lain  yang dapat diterima. Beberapa bulan yang lalu memang satu kelompok orang datang dan...

“Ki Jagabaya akan mengajak kami berbicara tentang peristiwa  yang terjadi, Ki Bekel. Di belakang banjar nanti kami akan bertemu,” Ki Wijil memberi tahu Ki Bekel tentang rencana Ki Jagabaya. Alis Ki Be...

Ki Wijil  beserta anak istrinya masih menundukkan kepala dan berdiam diri. Tak sepatah kata pun yang keluar dari bibir mereka. Agaknya mereka memahami jika kabar yang akan dikatakan oleh Ki Bekel suda...

error: Anda tidak diperkenakan menyalin tanpa izin.