Pada saat pertemuan di rumah Ki Bekel dimulai, seorang wanita muda yang berusia sebaya dengan Sayoga berkata, ”Saya merasa kedatangan orang asing itu dapat menambah...
Ki Wijil lantas menuturkan, ”Satu kemungkinan jika mereka adalah orang yang keluar dari peperangan adalah sisi lain yang dapat diterima. Beberapa bulan yang lalu memang...
Keadaan itu berlangsung dalam ukuran waktu sedang. Ketertarikan Agung Sedayu makin bertambah pada saat lolongan panjang membuncah di tengah riuh suitan berlengking tinggi. “Ini tidak...
“Ki Jagabaya akan mengajak kami berbicara tentang peristiwa yang terjadi, Ki Bekel. Di belakang banjar nanti kami akan bertemu,” Ki Wijil memberi tahu Ki Bekel...
Ki Garu Wesi hanya terperangah. Benar-benar di luar dugaan! Sikap dan kata-kata yang terucap dari senapati pasukan khusus itu, sungguh, berada di luar kebiasaan seseorang...
Ki Wijil beserta anak istrinya masih menundukkan kepala dan berdiam diri. Tak sepatah kata pun yang keluar dari bibir mereka. Agaknya mereka memahami jika kabar...
“Ki Rangga,” sambut Sabungsari lalu memberi tempat bagi Agung Sedayu untuk berdiri di sampingnya. “Perintahkan mereka untuk mundur,” kata Agung Sedayu pada lurah muda Mataram....
Agaknya para pengawal enggan menjawab pertanyaan Ki Wijil. “Mungkin ini adalah bagian sikap mereka yang harus berhati-hati terhadap orang yang baru dikenal, dan boleh jadi...
Para peronda yang tumbang dan Sarja yang terlentang menjadi batas kemampuan mereka. Bahwa lawan mereka, Ki Garu Wesi, benar-benar berada di luar jangkauan kepandaian mereka,...
Tiba-tiba seekor kuda meringkik di dekatnya, kemudian diikuti sebuah bayangan meluncur cepat melintasi sungai tempatnya berendam. Begitu cepat orang itu melayang di atas sungai hingga...
error: Anda tidak diperkenakan menyalin tanpa izin.