Dalam waktu itu, seorang pengawal telah mencapai tempat Sekar Mirah lalu melaporkan segala yang terjadi di banjar pedukuhan. Sekar Mirah hanya dapat menarik napas panjang...
Sepeninggal Ki Garjita, orang-orang mulai membersihkan setiap bagian kediaman Ki Demang Sangkal Putung. Sekar Mirah pun kembali masuk ke dalam biliknya setelah meninggalkan pesan pada...
Kyai Bagaswara tidak menyangka bahwa Swandaru ternyata tetap memaksakan diri terlibat dalam perkelahian. Dengan pertimbangan tertentu, Kyai Bagaswara membuka ruang bagi Swandaru untuk melibatkan diri....
Arya K-Mas, dengan kerutan di dahinya, mendengarkan cerita Singkun dengan seksama. “Berakhir dengan perkelahian di antara kami,” kata Singkun, suaranya sedikit serak. “Lalu?” tanya Arya...
Rombongan yang berjumlah belasan orang itu pun menyisir jalan utama pedukuhan. Swandaru tampak tidak tergesa-gesa tapi juga bukan dalam ketenangan. Dia berjalan seolah-olah Kademangan Sangkal...
Perubahan itu ditambah ketiadaan Ki Garjita membuat nyali pengikut Raden Atmandaru sempat menjadi ciut. Sebelumnya, mereka telah terbagi menjadi dua kelompok kecil. Sekarang mereka terpisah...
Pada halaman yang bersebelahan dengan bangunan induk, Kyai Bagaswara benar-benar telah berubah menjadi batu sandungan pertama yang sangat cadas. Kemampuannya berolah tangan kosong sangat sulit...
Pada benturan-benturan berikutnya, kawanan penyerang Sekar Mirah mulai dapat mengembalikan keseimbangan. Benarlah yang diduga oleh Kyai Bagaswara bahwa sebagian kemampuan penyusup itu ada yang setara...
Sekar Mirah telah membuat keputusan penting! Sekar Mirah telah memilih tempat untuk mempertahankan kehormatan suami dan harga diri kademangan, serta keselamatan putrinya. Bila berkelahi di...
Salah seorang dari penyusup bergumam lalu berkata lirih pada dirinya sendiri, “Ternyata pekerjaan kita masih jauh dari kata selesai.” Ucapan itu rupanya dapat didengar oleh...
error: Anda tidak diperkenakan menyalin tanpa izin.