Fiksi : Terbakar Otak

"Aku hamil, mas. Tolong segera nikahi aku", pintaku sambil menangis. Wido tercekat, dalam hatinya berkata, "Kiamat ini, bagaimana aku menjelaskan pada William kekasihku." -tamat-...

Bondan – Bara di Borobudur 9

Dalam kesempatan  itu, ia mengingat kembali kasih sayang yang dicurahkan Ki Swandanu kepadanya. Semasa ia digendong di atas kedua bahu orang kepercayaan Resi Gajahyana,...

Bondan – Bara di Borobudur 8

“Ki Tumenggung Nagapati?” desah Bondan perlahan,” ia seorang tumenggung wreda. Salah seorang tumenggung yang dipercaya Ra Dyan Wijaya untuk memimpin satu pasukan khusus.” “Ia...

Bondan – Bara di Borobudur 7

“Nyi Retno pun belum keluar menemui kami berdua, Ki Banawa. Seperti yang dipesankan oleh angger Sela Anggara bahwa ibunya akan keluar jika kiai telah...

Bondan – Bara di Borobudur 6

Betapa ia hampir saja menemui dewa kematian jika saja pasukan Ken  Banawa dan Gumilang tidak datang tepat pada waktunya. Saat itu, Bondan merasakan seperti...

Bondan – Bara di Borobudur 5

Tersentak kecil Ki Swandanu mendengar Ki Hanggapati bergeser duduk di tepi pembaringan. “Agaknya Kakang Swandanu sedang mengenang Bondan. Seperti itulah yang kita lihat dalam...

Bondan – Bara di Borobudur 4

Oleh karena itu,  pada masa pemerintahan Sri Jayanegara sering mendapat gangguan keamanan. Hingga akhirnya Patih Mpu Nambi memerangi pasukan Lembu Sora dan Gajah Biru...

Bondan – Bara di Borobudur 3

Sepeninggal Sela Anggara yang menuju biliknya untuk beristirahat, kedua tamu dari Pajang itu mempunyai banyak waktu untuk berbincang dengan Bondan. Sesekali kedua orang tua...

Bondan – Bara di Borobudur 2

“Selamat malam. Marilah silahkan naik ke pendapa, Ki Sanak berdua,” berkata Sela Anggara mempersilahkan kedua tamu dari jauh. Kedua orang Pajang segera menaiki tlundakan...