Dironda 11 kali
Keputusan memang terdengar menyakitkan tetapi itu tidak serta-merta menghapus kesetiaan mereka kepada Pajang. Dan di balik sambutan tersebut, tersimpan kegelisahan yang belum sepenuhnya terungkap.
Ki Banyak Abang kembali ke Pajang dengan membawa kabar tentang keputusan Ki Nagapati. Namun, pikirannya justru semakin dipenuhi kecemasan terhadap perkembangan keadaan di dalam wilayah kerajaan. Sayangnya, Bhre Pajang belum melihat rombongan itu sebagai ancaman. Kepercayaan kepada Ki Juru Manyuran seolah membuat berbagai tanda yang mencurigakan kehilangan arti di hadapan pemimpin Pajang.
Dalam pertemuan rahasia antara Ki Banyak Abang dengan Resi Gajahyana, terbukalah kemudian kesamaan pandangan bahwa Pajang sedang menghadapi bahaya yang jauh lebih besar daripada yang tampak di permukaan.
Ada dendam lama yang belum padam, tersimpan sejak kehancuran Panjalu dan masih membayangi keturunan para penguasa terdahulu. Jika luka sejarah itu kembali dibuka, bukan hanya Pajang yang akan menghadapi badai, melainkan seluruh wilayah Majapahit.
- Mendung yang menjadi ancaman dan akan Mengguncang Pajang.
- Suara berderak dan gemeretak terus menggaung hingga terkesan mereka adalah dua roda besi penghancur bebatuan. Dua kekuatan bergerak dan saling menabrakkan diri. Merebut Mataram 63, Ki Manikmaya vs Nyi Banyak Patra
- Misteri pembunuhan Bukit Katu bukan tempelan dongeng. Akankah di masa mendatang misteri zaman Ken Arok ini dapat terkuak seiring dengan Toh Kuning menjadi Perwira?
