Agung Sedayu tidak menanggapinya. Ia tidak mempunyai pendapat tentang ucapan Ki Tunggul Pitu. Pilihan yang dihadapinya dan keputusan yang telah dibuatnya, sungguh, menjadikan Agung Sedayu...
Sayoga tidak dapat menahan diri, dengan satu hentakan kaki meloncat menerjang maju. Ki Jagabaya yang melihat dalam keremangan segera menyilangkan tangan di depan dada. Sambaran...
“Berteman,” gumam Agung Sedayu. Sebagai seorang teman, renungnya. Tentu saja ada kepentingan yang menempel padanya. Ia tidak mungkin menghendaki Swandaru. Apa yang ia harapkan dari...
“Benar,” kata Ki Tunggul Pitu, “engkau benar bahwa segala hal esok hari akan menjadi bagian masa lalu, meskipun belum kita kerjakan namun masa lalu adalah...
Ki Jagabaya tampak mulai mengkhawatirkan keadaan para pengawal. Ia sadar jika perempuan lanjut usia itu menjadi marah maka akan mudah membunuh para pengawal. ”Berhentilah bermain-main...
“Dengarkan, Ki Tunggul Pitu. Anda bicara tentang sebuah kitab dan adik seperguruanku, lalu apakah tujuan itu tidak terikat keduanya? Aku pikir Anda telah berbicara dengan...
”Siapakah Ki Sanak bertiga dan atas keperluan apakah sehingga bermalam di tepi hutan ini?” bertanya Ki Jagabaya.”Aku Sayoga. Dan apakah Ki Sanak berwenang untuk bertanya...
Bimbang dan marah menjadi dua perasaan yang menguasai Agung Sedayu pada malam itu. Sebenarnya ia tengah menimbang , apakah sebab kemarahannya itu adalah hilangnya kitab...
“Tidak ada yang salah pada pilihan itu,” jawab Agung Sedayu, “Aku harus mengakui kau cukup berani mengatakan yang sebenarnya. Barangkali aku tidak mempunyai jawaban, Ki...
Agung Sedayu tercenung. Tidak menduga akan mendapat pertanyaan yang masih belum dapat dijawabnya. Perubahan air mukanya terlindung oleh gelap dan air hujan. Sejenak ia mengendapkan...
error: Anda tidak diperkenakan menyalin tanpa izin.