Terpisah jarak sejauh lima langkah, Sabungsari lekat memandang Ki Dirgasana dengan sorot mata menukik. Semakin terang baginya bahwa kemampuan Ki Dirgasana sungguh hebat. Getaran yang...
Adipati Hadiwijaya tidak mengucap sepatah atau dua patah kata. Ia berkedudukan diam. Meski mem-punyai pendapat yang berbeda tetapi keputusan seorang pemimpin merupakan kewajiban yang harus...
Tak jauh dari laga Sayoga, Sabungsari begitu ketat menekan Ki Dirgasana dengan serangan-serangan yang tajam dan menggentarkan. Meski pada mulanya perkelahian mereka sangat sulit diikuti...
Ledakan hebat terdengar dan menggetarkan tanah sekeliling mereka. Sejumlah orang pun roboh karena tidak dapat menahan gelombang dahsyat yang menghantam dada mereka. Dalam waktu yang...
Pedang kayu Sayoga yang tumpul berkali-kali berbenturan dengan sepasang tangan Ki Sarjuma yang seakan telah menjadi senjata tajam. Sejenak ia terpaku karena takjub pada kemampuannya...
“Hamba, Kanjeng Ratu.” Adipati Hadiwjaya mengatur napas kemudian melanjutkan perkataannya, ”Sebuah ilmu yang saya pikir telah hilang, ternyata muncul lalu menebar akibat buruk bagi Pajang.”...
Berulang-ulang ia menerjang dengan sepasang tangan yang berayun-ayun sangat kuat. Sedangkan kaki Ki Dirgasana begitu ringan menginjak tanah, menjejak lalu seperti terbang ketika memburu Marmaya....
Lawan Sayoga lekas berkelit dan sangat gesit. Gerak Ki Sarjuma begitu tangkas, dan sepertinya kelincahan itu sama sekali tidak berhubungan dengan usianya yang menuruni lembah....
Matahari menggatalkan kulit ketika mereka bertiga berjalan melintasi pintu gerbang. Penampilan Adipati Hadiwjaya yang tidak menunjukkan kedudukannya sebagai penguasa Pajang memang tidak dapat dikenali penjaga...
Beberapa anak buah Ki Sarjuma atau Ki Dirgasana melihat tandang Sayoga. Mereka ingin menghentikannya dengan lontaran anak panah atau melemparkan benda-benda di sekitar, tetapi Sayoga...
error: Anda tidak diperkenakan menyalin tanpa izin.