Category : Bab 8 – Hari Bising di Bukit Menoreh

Bab 8 - Hari Bising di Bukit Menoreh

Hari Bising di Bukit Menoreh 85 – Pangeran Purbaya Pun Tidak Tahu Pergerakan Agung Sedayu

kibanjarasman
“Jadi, siapakah orangnya dan bagaimana?” Ki Wira Sentanu berkata pelan, “ternyata dia tidak benar-benar terikat.” Ki Suralaga menggeleng, mengusap wajah lalu berkata, “Dia tidak terikat...
Bab 8 - Hari Bising di Bukit Menoreh

Hari Bising di Bukit Menoreh 84 – Upaya Menjebak Agung Sedayu

kibanjarasman
Keesokan harinya, Pandan Wangi berkuda menuju barak pasukan khusus. Udara pagi masih menyisakan kesejukan ketika dia datang membawa pesan yang telah dipercayakan kepadanya. Ki Rangga...
Bab 8 - Hari Bising di Bukit Menoreh

Hari Bising di Bukit Menoreh 83 – Pengembangan Barak dan Kewaspadaan Tanah Perdikan

kibanjarasman
Swandaru menempati bangunan sederhana yang lebih baik dari sekitarnya. Dia tetap berlatih di tempat yang sama dalam keadaan yang berbeda dengan sebelumnya. Sorak sorai orang-orang...
Bab 8 - Hari Bising di Bukit Menoreh

Hari Bising di Bukit Menoreh 82 – Jaringan Sunyi Agung Sedayu

kibanjarasman
Di Kepatihan. Ki Patih Mandaraka merasa lega. Dia mendengarkan penuturan Nyi Banyak Patra bahwa Agung Sedayu diperkenankan secara langsung oleh Sinuhun: dia dizinkan menggunakan orang-orangnya...
Bab 8 - Hari Bising di Bukit Menoreh

Hari Bising di Bukit Menoreh 81 – Jejak Senyap di Balik Kereta Kepatihan

kibanjarasman
Dua hari setelah pertemuan di Kepatihan, sebuah kereta khusus milik Kepatihan tampak melintas di bawah regol. Di dalamnya duduk Nyi Banyak Patra, Pandan Wangi, dan...
Bab 8 - Hari Bising di Bukit Menoreh

Hari Bising di Bukit Menoreh 80 – Duri di Barak Pasukan Khusus

kibanjarasman
Sejumlah ruangan berdampingan rapi. Suasana yang lebih sunyi  dibanding bagian barak yang lain. Ki Wedoro Anom memperlambat langkah ketika hampir sampai di pintu. Menurutnya, dari...
Bab 8 - Hari Bising di Bukit Menoreh

Hari Bising di Bukit Menoreh 79 – Penjegalan

kibanjarasman
Di saat yang sama, Ki Garjita masuk dari arah berlawanan. Ki Hariman sempat memutar tubuh, tahu ada gangguan tapi Ki Garjita sudah lebih dulu menutup...
error: Anda tidak diperkenakan menyalin tanpa izin.