Padepokan Witasem

Category : Kitab Kiai Gringsing

Bab 5 Merebut Mataram

Merebut Mataram 34

kibanjarasman
Betapa sinar mata dan paras wajah Agung Sedayu benar-benar berubah. Pada malam itu, Agung Sedayu bukan seseorang yang dikenal oleh Sukra maupun Ki Patih Mandaraka....
Bab 5 Merebut Mataram

Merebut Mataram 33

kibanjarasman
Menyadari bahwa orang yang dilabraknya bukanlah lawan yang sepadan, Sukra segera membentengi diri dengan gerakan-gerakan yang berunsur dari jalur perguruan Ki Jayaraga. Ia menyesap pengajaran...
Bab 5 Merebut Mataram

Merebut Mataram 32

kibanjarasman
Suasana begitu tegang. Sukra memberanikan diri berkata pada Ki Patih Mandaraka, “Marilah, Ki Patih. Saya tidak dapat menolak perintah Ki Lurah untuk mendampingi Ki Patih.”...
Bab 5 Merebut Mataram

Merebut Mataram 31

kibanjarasman
Kedudukan Kiai Bagaswara sangat dekat dengan Sukra, maka untuk menyelamatkan Sukra dari kematian, paman guru Ki Tumenggung Purbarana menjentikkan jemari, menyasar batang keris yang deras...
Bab 5 Merebut Mataram

Merebut Mataram 30

kibanjarasman
Ki Demang Brumbung menerkam Ki Ramapati dengan ganas, sejenak kemudian, mereka kembali terlibat dalam pergumulan hebat. Kedoknya terbongkar, maka tidak ada pilihan bagi Ki Ramapati...
Bab 5 Merebut Mataram

Merebut Mataram 29

kibanjarasman
“Ki Patak Ireng!” seru Ki Rangga Ramapati ketika mengenali bayangan orang yang berkelebat menerjang seorang rekannya, Ki Demang Brumbung. “Maafkan saya, Ki Rangga!” sahut orang...
Bab 5 Merebut Mataram

Merebut Mataram 28

kibanjarasman
Selagi Sukra kalut dengan perintah Agung Sedayu, selagi Ki Patih Mandaraka menilai keadaan Agung Sedayu secara menyeluruh, seseorang datang dengan kecepatan tinggi. Dari jarak pandangnya,...
Bab 5 Merebut Mataram

Merebut Mataram 27

kibanjarasman
Dan, tuah Kiai Plered semakin tajam mengiris bagian dalam pertahanan Agung Sedayu. Tubuh senapati Mataram seakan kehilangan daya, sebelah lengannya terkulai tetapi ia berusaha tegar...
Bab 5 Merebut Mataram

Merebut Mataram 26

kibanjarasman
Ya, Agung Sedayu menilai itu adalah saat yang tepat. Di tengah keraguan yang menderanya, ia melihat, meski sekejap, keadaan Ki Patih Mandaraka. Pekik tajam Ki...
Bab 5 Merebut Mataram

Merebut Mataram 25

kibanjarasman
Pertarungan berlangsung semakin dahsyat! Ki Patih Mandaraka — yang telah dibatasi oleh usia —  bergerak lebih lambat dengan segenap kemampuannya. Meski lebih lambat, tetapi tidak...
error: Anda tidak diperkenakan menyalin tanpa izin.